Tragedi Ponpes Al Khoziny: 116 Korban Berhasil Dievakuasi, 13 Santri Tewas Tertimbun Reruntuhan Musala

Avatar of Redaksi
Alat berat sedang mengevakuasi korban di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025) (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Alat berat sedang mengevakuasi korban di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025) (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Tangis duka kembali pecah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025) malam. Proses evakuasi musala tiga lantai yang ambruk sejak Senin (29/9/2025) kini mencatat perkembangan terbaru: 116 korban telah ditemukan, 13 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban tambahan dalam waktu berdekatan pada sore hari di Ponpes Al Khoziny.

“Total korban yang berhasil dievakuasi hingga malam ini mencapai 116 orang. Dari jumlah itu, 13 korban dipastikan meninggal dunia,” ungkap Nanang di lokasi evakuasi.

Ketiga korban terbaru ditemukan di sektor 3 sisi A2, tidak jauh dari titik penemuan sebelumnya. Mereka dievakuasi dalam kondisi utuh dari lantai dasar bangunan yang rata dengan tanah. Seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Evakuasi Dihentikan Sementara Saat Korban Terlihat

Nanang menuturkan, penggunaan alat berat dihentikan setiap kali tim berhasil melihat korban secara visual di balik puing-puing. Hal ini dilakukan demi menjaga kondisi jenazah tetap utuh.

“Alat berat hanya dipakai untuk membuka akses. Begitu korban terlihat, penggunaannya dihentikan. Setelah proses evakuasi selesai, alat berat kembali digunakan,” jelasnya.

Keluarga Korban Diizinkan Saksikan Evakuasi

Di tengah suasana haru, Basarnas juga mengizinkan para wali santri menyaksikan proses pencarian, namun secara terbatas dan bergantian agar tidak mengganggu operasi.

“Kami berikan kesempatan perwakilan keluarga masuk ke area pencarian. Prinsipnya tetap konsisten: aman, hati-hati, dan penuh penghormatan kepada korban,” ujar Nanang.

Pencarian Capai 50 Persen, Tim Bekerja 24 Jam

Hingga hari kelima pasca tragedi, pembersihan puing telah mencapai sekitar 50 persen. Ribuan personel gabungan dari SAR, aparat, relawan, hingga masyarakat terus bekerja siang malam tanpa henti.

“Kami tidak hanya mengejar kecepatan, tapi juga kehati-hatian. Target kami, seluruh korban harus ditemukan,” tegas Nanang.

Musibah yang Mengguncang Sidoarjo

Seperti diketahui, tragedi runtuhnya musala tiga lantai di Ponpes Al-Khoziny terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat ratusan santri tengah beraktivitas. Bangunan mendadak ambruk dan menimbun banyak korban di dalamnya.

Dengan tambahan korban sore ini, proses evakuasi menunjukkan progres signifikan. Namun tim SAR mengakui tantangan masih besar, sebab reruntuhan bangunan cukup tebal dan rawan runtuh susulan.

Responsive Images

You cannot copy content of this page