Tragedi Pantai Drini, DPRD Kota Mojokerto Desak Evaluasi Outing Class Sekolah

Avatar of Redaksi
AE83F9FD 06E6 4407 878D F2C0D4BCC50F
Potret Anggota DPRD Kota Mojokerto, Rambo Garudo (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dunia pendidikan di Kota Mojokerto berduka setelah musibah tragis menimpa sejumlah siswa SMPN 7 Kota Mojokerto saat mengikuti outing class di Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (28/1/2025).

Sejumlah siswa terseret ombak, mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sementara sembilan siswa lainnya berhasil selamat.

Menanggapi insiden ini, Anggota DPRD Kota Mojokerto, Rambo Garudo, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan outing class di Kota Mojokerto.

“Untuk kejadian kecelakaan di Yogyakarta, di Pantai Drini, harus dievaluasi betul. Sebenarnya kalau kita mengikuti SOP dan lebih berhati-hati, mungkin bisa dicegah agar tidak sampai terjadi kecelakaan yang menurut saya bisa diantisipasi,” ujarnya, Selasa (28/1/2025).

Pernyataan Rambo sejalan dengan imbauan Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, yang menekankan pentingnya evaluasi terhadap outing class. Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa meskipun kegiatan belajar di luar kelas memiliki manfaat, pemilihan lokasi dan faktor risiko harus dipertimbangkan dengan matang.

“Memang betul bermanfaat (outing class), ada manfaatnya. Namun, pemilihan tempat, prediksi, dan risiko harus kita hitung ulang. Jika risikonya lebih besar daripada manfaatnya, maka harus kita hindari,” tegasnya.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan siswa dalam setiap kegiatan di luar kelas. (Inggrid*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page