Tragedi Ledakan Pemusnahan Amunisi TNI di Garut, Kadispenad Ungkap Kronologi

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 05 13 at 09.18.26 e169365d
Potret Kadispenad, Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, saat konferensi pers. (Dispenad)

Garut, Kabarterdepan.com – Tragedi menyelimuti kegiatan pemusnahan amunisi milik TNI Angkatan Darat di kawasan Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). Ledakan yang tak terduga dalam proses pemusnahan munisi apkir menewaskan 13 orang, terdiri dari 4 personel militer dan 9 warga sipil.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, dalam konferensi pers yang digelar Selasa pagi, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden memilukan ini.

“Saya ingin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban, baik dari TNI Angkatan Darat maupun masyarakat sipil,” ujar Brigjen Wahyu dalam konferensi pers.

Ledakan terjadi di kawasan lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut, lokasi yang selama ini telah digunakan sebagai area pemusnahan rutin oleh Gudang Pusat Munisi 3 Pusat Peralatan TNI AD. Menurut Brigjen Wahyu, seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar sebelum kegiatan berlangsung.

“Pada awal kegiatan, seluruh prosedur keamanan telah dilakukan dengan seksama. Tim pengamanan juga sudah ditempatkan pada posisi-posisi yang telah disiapkan untuk menjaga kelancaran proses peledakan,” jelasnya.

Insiden bermula saat dua sumur peledakan yang berisi amunisi aktif berhasil dihancurkan secara sempurna dan aman. Namun secara mengejutkan, ledakan ketiga terjadi dari lubang terpisah yang digunakan untuk menghancurkan detonator bekas.

“Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia,” ungkap Wahyu.

TNI Angkatan Darat mengonfirmasi bahwa keempat prajurit yang gugur dalam tugas adalah:

  1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Kepala Gudang Pusat Munisi 3 Puspalad
  2. Mayor Cpl Anda Rohanda, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan
  3. Kopda Eri Triambodo, anggota Gudang Pusat Munisi 3
  4. Pratu Aprio Seriawan, anggota Gudang Pusat Munisi 3

Sembilan warga sipil yang turut menjadi korban merupakan masyarakat setempat yang berada di area sekitar saat insiden terjadi di antaranya:

  1. Agus
  2. Ipan
  3. Anwar
  4. Yus Ibing
  5. Iyus Rizal
  6. Toto
  7. Rustiawan
  8. Endang
  9. Dadang

Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Pamengpeuk untuk penanganan lebih lanjut. Brigjen Wahyu menyatakan bahwa TNI AD saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan aparat lokal untuk melakukan sterilisasi dan pengamanan lokasi.

“Kami terus bekerja untuk mensterilkan area dan memastikan bahwa tidak ada bahan berbahaya yang tersisa,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi pemusnahan tersebut telah lama digunakan dan dirancang agar jauh dari permukiman warga, demi meminimalisir risiko terhadap masyarakat sipil.

Penyebab pasti ledakan saat ini masih dalam proses investigasi oleh tim khusus dari TNI AD. Brigjen Wahyu memastikan bahwa hasil investigasi akan diumumkan secara transparan setelah seluruh data dan temuan terkumpul. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page