Tradisi Keresan Peringati Maulid Nabi Muhammad Digelar Warga Sooko

Avatar of Andy Yuwono
Ratusan warga Sooko berebut hasil bumi yang digantung di dua pohon kersen (Andy / Kabarterdepan.com)
Ratusan warga Sooko berebut hasil bumi yang digantung di dua pohon kersen untuk peringati Maulid Nabi Muhammad SAW (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Warga di Dusun Mangelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berebut barang barang yang digantung di dua pohon kersen di halaman Masjid Darusalam, Senin (16/9/2024) pagi.

Sebelum perayaan keresan dimulai, ratusan warga yang berkumpul itu menunggu pembacaan doa yang dilantunkan oleh tokoh agama setempat.

Kegiatan ini merupakan tradisi keresan yang digelar rutin setiap tahun untuk memperingati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Terdapat dua pohon kersen berisi aneka buah-buahan dan sayuran ditata rapi di bagian bawah pohon yang merupakan hasil dari hasil bumi warga sekitar dan hasil karya UMKM yang dikelola masyarakat setempat.

Sebelum direbutkan, para tokoh agama sekitar membacakan bacaan lantunan sholawat dan di akhiri dengan pembacaan doa, usai didoakan itulah ratusan warga saling berebut barang yang ada di pohon kersen itu.

Usai kegiatan berlangsung Muhammad Nizar, Takmir Masjid Darusalam, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan budaya dan tradisi turun-temurun yang telah dilakukan nenek moyang terdahulu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ini merupakan simbol kemakmuran, kesuburan karena di waktu Rasulloh belum lahir. Mekkah negara yang sangat kering,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh masyarakat Mojokerto dapat mengambil berbagai barang diantaranya pakaian, buah-buahan dan sayur mayur yang bergelantungan di pohon kersen itu.

“Ini merupakan sedekah dari kampung yang diperuntukkan untuk semua orang yang hadir ikut merayakan Maulid Nabi,” terangnya.

Dari kegiatan tersebut, warga khusus Dusun Mengelo itu berharap mendapatkan keberkahan dari langit dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.

“Harapannya kegiatan seperti ini akan dilestarikan karena kita memang mengambil barokah dan berharap dengan memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW,” harapnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page