
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com– Guru dan murid TK Amarilys YBPK Cabang Mojokerto menggelar aksi berbagi takjil di depan sekolah, Jl. Mojopahit, Kota Mojokerto, Jumat (21/03/2025) sore.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata toleransi beragama dan kepedulian terhadap sesama.
Meskipun TK Amarilys merupakan sekolah Kristen, para guru mengajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Ari Diana, bersama para guru dan paguyuban orang tua murid.
Ari Diana menjelaskan tujuan utama dari aksi berbagi takjil ini.
“Kami ingin mengajarkan anak-anak untuk berbagi berkat kepada sesama. Selain itu, ini juga merupakan ungkapan syukur kami dalam menyambut Paskah, meskipun masih beberapa waktu lagi. Kami ingin menanamkan rasa kepedulian dan toleransi sejak dini kepada anak-anak,” ujar Ari Diana.
Tahun ini, jumlah takjil yang dibagikan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Yang kami bagikan antara lain minuman, kue, dan susu kedelai. Tahun lalu kami hanya bisa berbagi 100 takjil, tetapi Puji Tuhan, tahun ini kami mendapatkan dukungan dari orang tua murid sehingga bisa membagikan 400 takjil,” tambahnya.
Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar dan para pengguna jalan. Anak-anak dari kelompok playgroup hingga TK turut serta membagikan takjil dengan penuh semangat, didampingi oleh para guru dan orang tua murid.
Ari Diana juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini.
“Berkat yang kami bagikan jauh melebihi yang kami rencanakan. Awalnya hanya 100, tetapi Tuhan menyediakan donatur sehingga bisa menjadi 400 takjil. Antusias anak-anak juga luar biasa. Sejak kemarin, mereka sudah tidak sabar untuk berbagi. Hari ini Puji Tuhan, cuacanya juga cerah, sehingga mereka bisa membagikan takjil dengan sukacita,” ungkapnya.
Seorang pengguna jalan, Ceci, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Saya sangat senang mendapatkan snack ini. Saya Kristen, tetapi saya terharu melihat anak-anak diajarkan untuk berbagi kepada sesama tanpa melihat perbedaan. Salut untuk para guru yang menanamkan nilai toleransi sejak dini,” kata Ceci.
Tak hanya pengguna jalan, tukang becak yang biasa mangkal di sekitar sekolah juga merasakan kebahagiaan dari aksi ini. Supriadi, salah satu tukang becak, mengaku terharu dengan kepedulian anak-anak.
“Saya tidak menyangka anak-anak kecil dari TK Amarilys begitu bersemangat berbagi. Saya seorang Muslim, tetapi saya merasakan toleransi yang luar biasa dari mereka. Semoga sekolah ini terus menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan selalu memberkati,” ujarnya.
Aksi berbagi takjil oleh TK Amarilys YBPK Cabang Mojokerto menjadi contoh nyata bagaimana toleransi dapat diajarkan sejak dini. Dengan kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar berbagi, tetapi juga memahami pentingnya menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. (Innka Cristy Natalia)
