
Grobogan, kabarterdepan.com –
Sejumlah pejabat penting di Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melakukan kunjungan kelokasi perhutanan sosial diwilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Kedatangan beberapa Direktur Jenderal (Dirjen) beserta tim teknis lapangan diketahui untuk melakukan kegiatan evaluasi dan pengawasan perkembangan pengelolaan perhutanan sosial di Kabupaten Grobogan.
Hal itu disampaikan pejabat analis kebijakan madya dari Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (PPS) Lusi Ariputri saat berbincang dengan kabarterdepan.com di Kantor Cabang Dinas Kehutanan Purwodadi, Senin (14/4/2025).
Dikatakan, agenda evaluasi dan pengawasan perhutanan di Kabupaten Grobogan saat ini menggunakan dua metode yakni peninjauan langsung kelokasi lahan perhutanan sosial yang dikelola oleh Kelompok Perhutanan Sosial (KPS).
Sementara, untuk metode yang kedua menggunakan aplikasi “Pesan KPS” (Pengendalian perhutanan sosial secara mandiri oleh kelompok perhutanan sosial)
“Sebagian tim ada yang melakukan peninjauan langsung di lokasi kelompok perhutanan sosial yang usianya melebihi 5 tahun, sementara yang disini perwakilan kelompok diajari untuk mengisi metode aplikasinya Pesan KPS,” katanya.
Dijelaskan, aplikasi Pesan KPS yang luncurkan Direktorat Pengendalian Perhutanan Sosial ini diharapkan mampu untuk mempermudah dalam evaluasi dan pengawasan pengelolaan perhutanan sosial.
“Aplikasi ini termasuk baru, Direktorat sudah melakukan uji coba sebelumnya di perhutanan sosial di luar Pulau Jawa. Setidaknya melalui aplikasi ini, kita dapat memantau perkembangan pengelolaan perhutanan sosial secara periodik,” jelasnya.
Lusi menyatakan, jika tim gabungan yang turun ke lapangan merupakan bagian dari Kementerian Kehutanan, diantaranya yakni, Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, Direktorat Perhutanan Sosial, Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial.
Selain itu, lanjut Lusi, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Jawa, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah juga ikut dalam kegiatan di Grobogan.
“Tim gabungan akan melakukan kegiatan di Grobogan selama tiga hari, dimulai hari ini hingga Rabu mendatang,” tandasnya.
Sebelumya diketahui, pengelolaan Perhutanan Sosial di Kabupaten Grobogan tengah menjadi isu yang hangat hingga saat ini. Alih fungsi hutan itu dianggap salah satu penyebab terjadinya bencana banjir yang beberapa kali melanda Kabupaten Grobogan awal tahun 2025 ini. (Masrikin).
