Tingkatkan SDM Unggul, Wali Kota Mojokerto Fokus pada Upaya Kesehatan Preventif

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2025 08 19 at 10.24.30 AM
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat berdialog dengan puluhan kader motivator kesehatan dan PKK Kelurahan Blooto. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya strategi pencegahan dalam bidang kesehatan sebagai kunci untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Menurutnya, kesehatan bukan hanya isu medis, melainkan fondasi utama untuk mencapai visi Panca Cita, terutama cita pertama yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Ika saat berdialog dengan puluhan kader motivator kesehatan dan PKK Kelurahan Blooto di Kantor Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (19/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto menggarisbawahi peran strategis para kader kesehatan. Mereka dinilai sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

“Untuk menjadi SDM yang berkualitas, tentu harus sehat. Oleh karena itu, tindakan preventif sangat penting, terutama terhadap penyakit degeneratif seperti hipertensi, kolesterol, dan asam urat. Masyarakat harus sadar dan mau melakukan upaya pencegahan sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, kualitas kesehatan masyarakat akan berpengaruh langsung pada indeks kesehatan di Kota Mojokerto. Karena itu, upaya menjaga kesehatan tidak hanya sebatas diri pribadi, tetapi juga lingkungan.

“Selain kesehatan diri, perlu dijaga pula kualitas kesehatan air, udara, dan tanah. Ini menjadi warisan penting untuk anak cucu kita nanti. Mari kita lakukan bersama-sama dengan menjaga kebersihan dan kesehatan melalui langkah preventif,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Dengan langkah kolektif tersebut, diharapkan masyarakat Kota Mojokerto semakin peduli pada pola hidup sehat serta menjaga lingkungan demi mewujudkan SDM yang unggul dan berkualitas.

“Sebagai kader motivator kesehatan dan anggota PKK, harus bisa menjadi motor penggerak, dan menjadi contoh untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page