
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Ratusan masyarakat mendatangi Graha Pandawa, Balaikota Yogyakarta untuk membayar Pajak dalam Pekan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan ke-2 (PBB-P2), Rabu (25/6/2025).
Bahkan masyarakat yang akan melakukan pembayaran nampak bergantian masuk ruangan Graha Pandawa karena padatnya pelayanan.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kota Yogyakarta ke – 78 dengan tema Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat dalam mewujudkan berbagai sektor dan merupakan kedua kalinya pada tahun 2025 setelah sebelumnya dilakukan pada bulan Mei lalu.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Raden Roro Andarini menyampaikan pada pada Pekan PBB kali ini target yang ingin dicapai sebesar Rp10 miliar.
“Kali ini targetnya 600 NOP (Nomor Objek Pajak) yang akan dibayarkan pada hari ini, target kami Rp10 miliar bisa masuk melalui pelayanan di Graha Pandawa, berbagai bank atau laku pandai seluruh Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Andarini menyebut sejak April 2025 Pemkot Yogyakarta melalui BKAD telah memulai percepatan pembayaran dengan jemput bola.
Hal itu dilakukan sebagai komitmen untuk mewujudkan Quick Wins 100 hari kerja kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan sebagai wali kota dan wakil wali kota Yogyakarta.
Selain itu, sejak bulan April BKAD telah melakukan layanan jemput bola di berbagai kelurahan. Tidak hanya melakukan penerimaan, pihaknya juga melakukan berbagai layanan perpajakan, antara lain balik nama PBB.
“Kami akan hadir di kelurahan dan RW setempat, bersama dengan Bank BPD DIY, BRI maupun Mandiri untuk membantu melakukan percepatan pembangunan di Kota Yogyakarta,” katanya.
Deputi Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hermanto menyampaikan dalam membantu pelayanan PBB pihaknya mendorong pemanfaatan digitalisasi pembayaran.
Disebutnya, Kota Yogyakarta berdasarkan perhitungan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Ekonomi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai daerah tertinggi ke-8 secara nasional untuk percepatan digitalisasi transaksi.
Dirinya berharap target pajak bisa tercapai dan belanja daerah yang tepat sasaran. Oleh karena itu masyarakat disebutnya punya peran penting untuk mewujudkan patuh pajak.
“Karena pemerintah tidak bisa bergerak tanpa masyarakat. Kontribusi lewat pembayaran pajak ini menjadi untuk memberikan kontribusi antara lain melalui PBB atau pajak yang lainnya, prinsipnya dari kita untuk kita, dari masyarakat untuk masyarakat,” katanya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, target penerimaan Pajak pada tahun 2025 sebesar Rp130 miliar. Hingga 31 Mei, capaian yang berhasil diterima sebesar 40,9 persen.
Wawan menyebut capaian yang sudah ada tidak terlepas dari beberapa kendala, seperti pembayaran yang mendekati jatuh tempo.
Selain itu, perubahan objek-subjek pajak disebutnya juga banyak yang belum dilaporkan. “Ketika sudah menjadi bangunan masih tertulis tanah,” kata Wawan.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk memberikan keringanan kepada masyrakat dengan melakukan jemput bola melalui mobil keliling Si Jak.
“Ini untuk memfasilitasi wajib pajak pelayanan PBB-P2 seperti pembetulan, mutasi, keringanan, SPPT dan sebagainya yang dilakukan setiap Kamis pagi bergiliran di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta,” katanya.
Selain itu layanan Open House juga disediakan untuk masyarakat bisa menyampaikan permasalahanya secara langsung kepada Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo setiap Rabu pagi dari pukul 05.30-09.00 WIB. (ADV/Hadid Husaini)
