Tingkatkan Literasi Warga Binaan, Lapas Mojokerto Hadirkan Layanan Perpustakaan Keliling

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 04 21 at 11.18.10 AM
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menghadirkan layanan perpustakaan keliling bagi warga binaan pemasyarakatan. (Humas Lapas Mojokerto)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaannya.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menghadirkan layanan perpustakaan keliling sebagai sarana untuk menumbuhkan budaya literasi dan minat baca di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (19/4/2025).

Layanan ini secara rutin hadir setiap Hari Rabu dan Sabtu, dengan membawa berbagai koleksi buku yang meliputi literatur keagamaan, keterampilan, pengembangan diri, hingga fiksi dan buku bacaan populer lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan intelektual yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan warga binaan.

“Melalui layanan perpustakaan keliling ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap memiliki akses terhadap informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Membaca adalah kegiatan positif yang dapat membentuk pola pikir yang lebih baik serta menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Rudi.

Antusiasme warga binaan terhadap layanan ini terlihat dari banyaknya partisipasi dalam setiap hari pelayanan. Banyak dari mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan dan mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Kami sangat terbantu dengan adanya layanan perpustakaan keliling. Buku-bukunya beragam dan menarik, membuat kami lebih termotivasi untuk belajar dan membaca,” ungkapnya.

Dengan hadirnya perpustakaan keliling di lingkungan Lapas, diharapkan warga binaan dapat terus mengembangkan diri dan membangun kebiasaan positif yang akan berdampak baik dalam proses reintegrasi sosial di masa mendatang. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page