
Nasional, Kabarterdepan.com – Pihak Grab mengambil tindakan tegas terhadap mitra pengemudinya yang diduga melakukan pelecehan verbal terhadap seorang remaja perempuan berusia 16 tahun.
Diketahui, anak dari pilot Kapten Vincent mengalami pelecehan dari sopir taksi online. Hal itu diungkap oleh ibu korban Vegen Acni melalui Instagram pribadinya (@acnivegen). Dimana, korban ditanyai sejumlah hal yang menjurus tentang seks dan hal-hal yang tidak etis.
Menanggapi laporan ini, Grab menyatakan mereka telah menindaklanjuti kasus tersebut dan telah memutus kemitraan dengan sopir yang bersangkutan.
“Terima kasih atas laporannya. Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami oleh salah satu penumpang kami. Laporan ini sudah ditindaklanjuti. Mitra Pengemudi terkait pun telah kami putus mitra (blacklist) pada 1 Maret 2025 dan tidak dapat bermitra kembali dengan Grab karena terbukti melanggar Kode Etik Mitra Grab,” tulis pihak Grab dalam komentar pada video yang dibagikan korban.
Selain itu, Grab juga telah menghubungi langsung korban untuk memberikan bantuan, termasuk menawarkan sesi konseling psikologis serta bantuan pengamanan dari tim satuan keamanan mereka.
“Kami memberikan dukungan penuh untuk pemulihan trauma, termasuk sesi konseling psikologis, bantuan pengamanan dari tim satuan keamanan Grab dan mendukung laporan dengan pihak berwajib untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” lanjut pernyataan Grab.
Grab juga siap mendukung penuh proses hukum dan bersedia menyediakan informasi yang diperlukan kepada polisi.
“Kami tidak menoleransi tindak kekerasan dan pelecehan dalam bentuk apapun, baik yang terjadi kepada penumpang maupun Mitra Pengemudi, dan akan mengambil langkah tegas sesuai peraturan dan hukum yang berlaku,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang remaja perempuan berusia 16 tahun mengalami pelecehan verbal oleh seorang sopir taksi online di Jakarta. Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah korban membagikan rekaman video yang diduga diambil saat insiden tersebut terjadi.
Dalam video tersebut, korban tampak merasa tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh sopir taksi online berusia 48 tahun. Mirisnya, pelaku terus-menerus mengajukan pertanyaan bernada intim, seperti pengalaman di ranjang hingga siklus menstruasi korban. (*)
