3 Siswa Banyuwangi Ciptakan Hydroguide, Alat Pintar Penyiram Tanaman

Avatar of Jurnalis: Husni
Hydroguide
3 siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi yang menciptakan Hydroguide. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com  – Sebagai negara agraris Indonesia menghadapi banyak tantangan dalam mengembangkan sektor pertanian. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni terkait pengelolaan air dan kurangnya inovasi teknologi.

Berangkat dari hal tersebut 3 siswa dari SMA Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi yakni Ezzar Awaludin Aditya, Trisna Dewi, dan Azka Filza membuat inovasi dengan menciptakan alat yang diberi nama Hydroguide.

Fungsi Hydroguide

Hydroguide memiliki kegunaan yang membantu para petani untuk melakukan penyiraman secara otomatis maupun manual.

Ezzar Awaludin Aditya selaku ketua tim mengatakan Hydroguide ini tidak hanya sekedar mampu menyiram tanaman, tetapi alat ini juga mampu mendeteksi kadar air pada tanah melalui pengukuran resistensi.

“Jadi alat ini memang kami buat untuk membantu petani. Alat ini bisa menyiram tanaman dan mendeteksi kelembapan tanah,” jelas Ezzar, saat ditemui di acara Fitcom 3.0 yang diselenggarakan di kampus Undika Surabaya, Kamis (23/10/2025).

Lebih lanjut latar belakang timnya membuat Hydroguide ini adalah agar para petani dapat bekerja lebih efisien. Seperti yang diketahui kebanyakan petani di Indonesia memiliki lebih dari satu mata pencaharian. Sembari menunggu hasil panen yang bisa antara 3 sampai 4 bulan, para petani biasanya banyak juga yang berternak.

“Ini agar petani lebih efisien, apalagi kan petani di Indonesia masih banyak yang tradisional, yang mana dalam prosesnya cukup lama sehingga tidak efisien,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Guru pembina, Revia menuturkan jika inovasi Hydroguide ini merupakan salah satu karya dari ektrakulikuer Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi. Pihak sekolah ingin memperkenalkan kepada para siswa bagaimana cara meng-coding dan membuat alat berbasis IoT.

“Jadi awal konsepnya memang anak anak, pengen buat alat apa. Nah dari situ kita kembangkan dan dampingi, karenakan mereka masih SMA,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page