Tiga Gerbong Kereta Api Dibakar, PT KAI Ungkap Kerugian Capai Rp 6,9 Miliar

Avatar of Redaksi
IMG 20250314 WA0108
Deputi EVP PT KAI Daop 6, Nugroho Dwi Sasongko (tengah) saat memberikan klarifikasi terkait pembakaran 3 gerbong, Jumat (14/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, Kabarterdepan.com –– PT KAI menyampaikan pembakaran tiga gerbong kereta api yang terparkir di Jalur 6 Stasiun Tugu Yogyakarta oleh pelaku berinisial M (17) pada Rabu (12/3/2025) menyebabkan kerugian diperkirakan mencapai Rp 6,9 miliar.

Deputi EVP PT KAI Daop 6 Nugroho Dwi Sasongko menyampaikan kerugian atas peristiwa tersebut meliputi unit sarana teknis dengan kerusakan parah pada bagian interior, kursi, bore desk atap dan rangka ringan yang terbakar.

Dirinya membenarkan pernyataan dari Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi jika pelaku memiliki motif sakit hati kepada PT KAI yang sering menurunkan yang bersangkutan dari kereta.

Beberapa rentetan peristiwa sebelumnya sudah terjadi yang menyebabkan PT KAI berurusan dengan pelaku.

Ia menyampaikan jika hal tersebut sudah dilakukan sejak 2022.

“Dari catatan kami sudah 9 kali tidak bertiket,” katanya saat jumpa pers di Mapolda DIY, Jumat (14/5/2025).

Sasongko menyebut beberapa tindakan tersebut yang memicu tindakan pelaku untuk melampiaskan kekesalannya kepada PT KAI.

“Sempat melakukan aksi vandalisme, sempat mengganjal kereta dengan balok di daerah Bekasi, serta pencurian motor di Stasiun Palur,” katanya kepada awak media.

Ia menyampaikan jika tiga gerbong kereta api yang terbakar tersebut akan dilakukan perbaikan di Balai Yasa.

Pihaknya masih menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh Polda DIY karena hingga saat ini gerbong kereta tersebut  dalam garis polisi.

Sasongko menjelaskan bahwa peristiwa pembakaran tiga gerbong kereta api tidak akan mengurangi pelayanan KAI Daop 6 Yogyakarta.

Dirinya menjamin keamanan bagi para penumpang untuk masa mudik lebaran.

“Terkait mudik tidak ada isu, karena ini hanya kereta cadangan, bisa kita asistensi dari Daop lain untuk cadangan Daop 6 karena targetnya mudiknya cukup tinggi,” katanya.

Sebelumnya Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi menyampaikan hasil penyelidikannya terkait peristiwa pembakaran gerbong kereta di Stasiun Tugu pada Kamis (13/3/2025) malam.

Ia menyampaikan bahwa peristiwa pembakaran 3 gerbong pada Rabu (12/3/2025) dilakukan oleh M yang berasal dari Jakarta.

“Berdasarkan identifikasi laboratorium forensik kami memeriksa 3 gerbong kereta api yang terbakar, rekaman CCTV, dan hasil penyelidikan kami di lapangan kami telah mengumumkan dugaan pelakunya M Jakarta,” katanya.

Ia menyampaikan jika pelaku tersebut memiliki motif sakit hati karena diperlakukan kurang layak oleh PT KAI. Terlebih pelaku disebut merupakan penyandang disabilitas sensorik.

“Yang bersangkutan menderita disabilitas sensorik atau tunawicara. Saat ini kami masih dalami jiwanya ataupun perbuatan yang dilakukan oleh pelaku,” katanya pada Kamis (13/3/2025).

Dari pemeriksaan dibantu oleh juru bicara, pelaku punya motif sakit hati terhadap PT KAI akibat pelanggaran sering diturunkan dari gerbong.

Endriadi menyampaikan bahwa pelaku beberapa kali diturunkan dari gerbong oleh PT KAI dari sejak 2023 hingga 2024.

“Dari 2023 masuk ke gerbong ada beberapa peristiwa hingga 2024 yang dilakukan oleh pelaku,” katanya

“Sehingga hal tersebut memunculkan sakit hati dan pelaku melakukan pembakaran atas 3 gerbong tersebut,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page