
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kasus penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto kian meningkat. Tercatat, sedikitnya tiga anak yang masih berusia 10 tahun di di Dusun Gajah Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto terjangkit demam berdarah.
Untuk mengantisipasi peredaran penyakit tersebut, pemerintah desa setempat bersama relawan dan puskesmas melaksanakan kegiatan penyemprotan fogging, Jumat (23/6/2025) pagi.
Penyemprotan fogging ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memberantas populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penularan DBD.
Kepala Dusun Gajah, Ainun Jariyah (57), di lokasi mengatakan, hal ini dilakukan lantaran di wilayahnya terdapat anak yang masih berusia 10 tahun sedang terjangkit penyakit demam berdarah.
“Disini memang ada warga yang terkena 3 anak dengan berbeda rumah jaraknya agak jauh,” ungkapnya.
Sehingga, pihaknya melakukan penyemprotan fogging secara mandiri dengan Sasaran penyemprotan mencakup 155 rumah warga, saluran air, dan area sekitar dan fasilitas umum.
“Kita sudah berupaya sebagai perangkat desa dan ibu-ibu kader kesehatan mengadakan fogging untuk mencegah adanya serangan DBD,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu relawan yang terlibat kegiatan fogging tersebut Muhammad Faris (40) menjelaskan, pihaknya diperbantukan untuk melakukan penyemprotan sebagai wujud pembasmian nyamuk berbahaya tersebut.
“Pagi ini kita melaksanakan fogging bekerjasama dengan perangkat Dusun dan Puskesmas,” kata Faris.
Masyarakat pun menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap fogging dapat dilakukan secara berkala.
Selain fogging, upaya pemberantasan sarang nyamuk juga diimbau untuk terus dilakukan melalui gerakan 3M (Menguras, menutup, dan mengubur).
“Kita melaksanakan kegiatan ini untuk mengantisipasi jika apabila tidak sampai tidak terjangkit lagi,” pungkasnya. (*)
