Tesla Hadapi Penurunan Penjualan di Awal 2025 di Tengah Persaingan dan Kontroversi

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 02 14 at 3.29.32 PM
Direktur Utama Tesla, Elon Musk.

Otomotif, Kabarterdepan.com – Tesla memulai tahun 2025 dengan kinerja penjualan yang kurang menggembirakan. Meskipun telah meluncurkan Cybertruck, perusahaan ini masih kesulitan mempertahankan permintaan di berbagai pasar utama. Data penjualan dari sejumlah wilayah, termasuk California, Eropa, dan China, menunjukkan tren penurunan, bahkan di area yang sebelumnya menjadi basis kuat bagi dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik (EV).

Penurunan Tesla di California

California, sebagai pasar EV terbesar di Amerika Serikat, mencatat penurunan penjualan Tesla sebesar 11,6% secara tahunan pada 2024. Sementara pangsa pasar kendaraan listrik di negara bagian tersebut tetap stabil di angka 25,3%, Tesla menjadi salah satu faktor utama di balik perlambatan pertumbuhan pasar. Merek lain justru mengalami kenaikan penjualan sebesar 1,4%, sementara Tesla mengalami kemerosotan.

Model 3 menjadi produk yang paling terdampak, dengan penurunan registrasi hampir 30.000 unit dibandingkan 2023. Model Y juga mengalami penurunan lebih dari 4.000 unit. Meskipun Cybertruck menjadi truk listrik terlaris di California, jumlah registrasinya hanya mencapai 9.019 unit, angka yang jauh lebih rendah dari ekspektasi.

Pasar Eropa

Di Eropa, Tesla juga mengalami tekanan. Di Jerman, penjualan anjlok 60% pada Januari 2025, dengan hanya 1.277 unit yang terdaftar. Posisi Tesla sebagai merek EV teratas di negara itu kini tergeser oleh Volkswagen, BMW, Audi, serta sejumlah produsen asal China yang semakin agresif merebut pangsa pasar. Di Prancis, penjualan Tesla turun drastis hingga 63% secara tahunan pada Januari. Sementara itu, meskipun adopsi kendaraan listrik meningkat di Inggris, Tesla tetap mencatat penurunan penjualan sebesar 8%.

Penurunan Penjualan di China

China, yang menyumbang sepertiga dari total penjualan global Tesla, mencatat penurunan 11,5% pada Januari 2025. Salah satu penyebabnya adalah perlambatan musiman akibat perayaan Tahun Baru Imlek serta penyesuaian produksi di pabrik Tesla di Shanghai. Namun, faktor lain yang tidak bisa diabaikan adalah meningkatnya persaingan dari merek lokal China yang semakin inovatif dan kompetitif di pasar kendaraan listrik.

Faktor Penyebab Penurunan Tesla

Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap penurunan penjualan Tesla:

  • Persaingan yang Ketat – Produsen otomotif konvensional dan merek EV asal China semakin agresif dalam menghadirkan produk dengan fitur dan harga yang lebih kompetitif.
  • Keterbatasan di Segmen SUV Tiga Baris – Tesla masih belum memiliki produk di segmen SUV tiga baris, yang kini menjadi kategori kendaraan listrik dengan pertumbuhan pesat.
  • Berakhirnya Subsidi EV di Eropa – Sejumlah negara di Eropa mengakhiri program insentif kendaraan listrik, menyebabkan perlambatan permintaan. Beberapa pihak mulai menyerukan program subsidi tingkat Uni Eropa untuk mengimbangi lonjakan impor kendaraan listrik dari China.

Kontroversi Elon Musk Berdampak pada Citra Tesla

Keterlibatan Elon Musk dalam isu-isu politik turut mempengaruhi reputasi Tesla. Sebuah laporan dari Nonpartisan EV Politics Project menunjukkan bahwa Tesla kehilangan lebih banyak pelanggan dari kalangan Demokrat yang selama ini mendukung kendaraan listrik dibandingkan dengan perolehan pembeli dari kelompok konservatif.

Dampak di Pasar Saham dan Prospek Masa Depan

Saham Tesla sempat melonjak setelah pemilihan presiden AS, dipicu oleh optimisme investor terhadap hubungan Musk dengan Donald Trump. Namun, ketika laporan penjualan menunjukkan tren penurunan, harga saham Tesla kembali melemah.

Tantangan besar berikutnya bagi Tesla adalah peluncuran versi terbaru Model Y. Jika berhasil, model ini berpotensi mendongkrak kembali penjualan perusahaan. Namun, ada kekhawatiran bahwa berbagai kontroversi yang melibatkan Musk dapat mengalihkan perhatian publik dari produk Tesla. Jika persepsi konsumen terus bergeser, bahkan pembaruan Model Y yang kuat mungkin tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Awal tahun yang sulit bagi Tesla menegaskan tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah dinamika pasar EV yang semakin kompetitif. Dengan persaingan yang kian ketat, perubahan kondisi pasar, serta citra Musk yang semakin kontroversial, masa depan Tesla masih penuh ketidakpastian. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page