Terungkap! Kerangka Korban Pembunuhan Pacar Sendiri di Bantul Sempat Dibawa Tukang Sampah

Avatar of Redaksi
IMG 20250325 WA0137
Muhammad Rafy Ramadhan pelaku pembunuh pacar sendiri di sebuah kontrakan di bantul nampak emosional saat dibawa ke Mapolres Bantul, Selasa (25/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Bantul, kabarterdepan.com- Polres Bantul menggelar konferensi pers ungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Muhammad Rafy Ramadhan (24) terhadap pacarnya Enggal Dika Puspita (23). Konferensi pers itu digelar di Mapolres Bantul, Selasa (25/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut pelaku didatangkan dihadapan awak media. Rafy nampak tertunduk lesu dengan pakaian narapidana yang ia kenakan.

Pelaku sebelumnya diberitakan membunuh kekasihnya usai berselisih masalah bakso yang gosong.

Pelaku yang mendapatkan kekerasan berupa pukulan oleh korban langsung menghabisi korban di tempat dengan cara dicekik selama 5 menit hingga meninggal dunia.

Usai dipastikan meninggal, pelaku sepenuhnya telah menguasai barang milik korban seperti handphone, sepeda motor hingga laptop.

Kasat Reskirm Polres Bantul, Iptu Iqbal satya Bimantara menyampaikan Jasad korban tersebut sempat dipindahkan ke beberapa kamar yang masih kosong di kontrakan tersebut.

“Pelaku sempat tinggal dengan korban selama 2 minggu (dengan jasad korban), akhirnya ditinggal tersangka ditinggal diluar antara menginap di Kretek atau di kosan temannya tetapi setiap 3 hari sekali selalu mengecek dan membersihkan jasad korban,” ujarnya.

Pada Minggu (8/12/2024) pelaku membawa jasad korban yang sudah dalam bentuk kerangka tersebut ke rumah nya di Kretek usai sewa kontrakan habis.

Karena takut orang tua pelaku mengetahui adanya kerangka tersebut dibawa ke kos temanya berinisial AG di Condongcatur, Depok, Sleman.

Kerangka Sempat dibawa Pengepul Sampah

Polisi menyebut bahwa kerangka yang disimpan pelaku menggunakan trashback sempat dibawa oleh pengepul sampah.

Hal tersebut terjadi saat pelaku membawa kerangka korban di sebuah kos teman pelaku berinisial AG di wilayah Condongcatur, Sleman.

“Trashback sempat hilang karena dibawa oleh tukang sampah. Kemudian dicari oleh pelaku dan ketemu lokasi pengepul tempat sampah,” katanya

Kerangka yang dibungkus trashback tersebut kemudian dibawa ke sebuah wisma di daerah Kaliurang untuk dibersihkan. Kerangka dibersihkan dengan cara dibersihkan dengan air mengalir dan direndam dengan sabun cuci untuk menghilangkan bau.

Setelah bersih, pelaku kemudian menyimpan kerangka korban dalam trashback dan kembali dibawa ke rumah pelaku di Kretek.

“Untuk daging dan lemak itu dibakar, tulang tetap disimpan di dalam kamar,” katanya.

Manfaatkan barang korban

Pelaku sebelumnya sempat menguasai barang-barang milik korban. Handphone korban disebut sempat dijual oleh pelaku.

Bahkan pelaku menggunakan nomor korban untuk mengelabuhi orang tua korban dengan tetap berkomunikasi agar tidak curiga. Pelaku menyimpan kartu sim korban yang mengaktifkan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan orang tua korban.

“Karena korban sudah jarang atau tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya kemudian mengaktifkan WhatsApp untuk berkomunikasi biasa, tidak video call (VC), hanya chat tapi yang mengoperatori adalah tersangka,” katanya.

Tidak hanya itu, pelaku diketahui sempat menggunakan sepeda motor korban untuk berboncengan dengan wanita.

Bingung Kubur korban

Meskipun mengakui masih cinta dengan korban, pelaku pada saat itu bingung hendak menguburkan kerangka pacarnya karena tidak ada lahan yang bisa digunakan.

Pelaku kemudian memutuskan untuk menyimpan kerangka tersebut sampai menemukan lokasi yang tepat untuk mengubur.

Motif pelaku melakukan pembunuhan kepada korban akibat merasa emosi dengan korban. Sebelumnya diketahui pelaku seringkali mendapat perilaku yang kurang menyenangkan dari korban.

“Kalau sesuai keterangan pelaku dalam hubungan pacaran itu sudah tidak sehat. Korban disebut sebelumnya pernah melakukan penganiayaan terhadap tersangka,” kata Iptu Iqbal.

Ia menyampaikan bahwa pelaku menyimpan kerangka korban dalam kontrakan juga dipengaruhi oleh hubungan antar kedua pasangan yang berakhir tragis tersebut.

“Tersangka ini kalau menyimpan tulang korban. Hubungan mereka sudah sedemikian toxic, dia memang sangat mencintai bahasanya, sampai tulang – tulangnya disimpan,” ujarnya.

Korban diketahui telah menjalin hubungan dengan korban selama 5 tahun lamanya dan selama ini hidup bersama dan berpindah-pindah tempat baik di kost maupun kontrakan.

Baik korban maupun pelaku berencana untuk mengikuti program latihan untuk bekerja di Jepang.

Pelaku Sempat Mencoba Meninggalkan Korban

Pelaku MRR menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani hubungan dengan korban sudah 5 tahun melalui WhatsApp.

Dirinya merasa bersalah karena telah melakukan pembunuhan kepada pacarnya. Dalam kesempatan tersebut, pelaku sempat merasa emosional menyesali perbuatan yang telah ia lakukan.

Ia menyampaikan sempat ingin menjauh dari korban dengan mencoba kabur karena sudah tidak tahan dengan sikap korban yang tempramen.

“Saya sudah beberapa kali kabur tapi memang bisa ditemukan lagi seberapa jauh saya pasti ditemukan,” kata Rafy.

“Saya Merasa bersalah seharusnya bukan cara seperti ini, lebih baik mungkin saya sabar sedikit,  memutuskan untuk kabur, tapi emosi saya sudah nggak terkendali,” ujarnya menyesal. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page