
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Mojokerto dan sekitarnya, membuat jembatan di Dusun Sumberkembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ambruk, Sabtu (15/3/2025) malam.
Akibatnya, akses jembatan di sungai Wonodadi itu, sejumlah warga pun tidak bisa beraktivitas dan harus memutar balik lebih jauh untuk ke sekolah.
Salah satu warga, Suwondo mengatakan, sebelumnya ambrolnya jembatan tersebut, hujan lebat mengguyur wilayah Mojokerto dan sekitarnya sejak siang hingga sore.
“Kemarin debit air terus meningkat karena hujan. Setelah meningkatnya air jembatan ini tidak kuat,” ungkapnya, Minggu (16/3/2025) siang.
Sehingga, lanjut Wondo, penahan jembatan yang diperkirakan berusia puluhan tahun itu akhirnya tergerus air dan ambruk.
“Karena derasnya debit air itu sehingga jembatan ini ambruk,” terangnya.
Menurutnya, jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan antar Dusun Wonokerto dan Dusun Sumber Kembar yang merupakan akses anak ke sekolah.
“Jalan ini aset anak-anak sekolah SD dan SMP, perkiraan kalau ke sekolah harus putar 4 sampai 5 kilometer,” tambahnya.
Akibat terputusnya jembatan ini, dirinya mendesak agar pemerintah terkait segera membangun kembali bangunan dengan ukuran lebar 4 meter dan panjang 10 meter.
“Warga memohon kepada pihak terkait agar perhatian, karena jembatan sangat penting untuk akses warga,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kutorejo AKP Agus Hariyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, beruntung dalam kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
“Tidak ada korban, saat kejadian kondisi sedang sepi,” singkatnya. (*)
