
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) yang menempatkan Indonesia pada peringkat kedua dunia menjadi perhatian serius.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan peran aktif dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit menular tersebut.
Peringatan ini disampaikan Ning Ita—sapaan akrab Wali Kota—dalam kegiatan RADIASI PEMULA (Rapat Koordinasi Atasi Tuberkulosis dan Penyakit Menular Lainnya) yang digelar di Kelurahan Sentanan pada Selasa (21/10).
Wali Kota Mojokerto: TBC Jadi Atensi Nasional, Indonesia Peringkat Kedua Dunia
Di hadapan para Kader Motivator, Prameswari, serta Ketua RT/RW se-Kelurahan Sentanan, Ning Ita memaparkan fakta krusial terkait kondisi TBC di Indonesia. Ia menyoroti lonjakan kasus TBC yang telah menjadi atensi nasional.
“Ini menjadi atensi nasional. Menurut data, dalam kurun waktu lima tahun saja, Indonesia yang semula berada di peringkat sembilan dunia untuk jumlah penderita TBC kini naik menjadi peringkat dua, di bawah India. Hanya dalam waktu lima tahun, penularan TBC di Indonesia meningkat sangat pesat,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Ning Ita, mendorong perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan TBC di seluruh daerah.
“Penularan TBC itu lewat udara. Karena itu, kalau ada yang positif, harus segera dilakukan tracking, mulai dari keluarga, tetangga, hingga teman kerja,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penularan TBC pada anak-anak bisa berdampak serius, termasuk menghambat tumbuh kembang anak dan berisiko menyebabkan stunting.

“Kalau TBC yang menular ke anak-anak, dampaknya bisa sangat mengerikan. Kasus TBC pada balita ketika sudah diobati pun, kadang kerusakan yang ditimbulkan tidak bisa sepenuhnya sembuh,” tambahnya.
Selain itu, Ning Ita mengingatkan bahwa bakteri TBC mudah berkembang di lingkungan yang lembap dan kotor. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian utama masyarakat.
Ia juga mengajak warga untuk aktif melaporkan bila menemukan tanda-tanda penyakit menular seperti TBC kepada petugas Puskesmas terdekat.
“Kalau ada tanda-tanda, segera diinformasikan. Dengan begitu, penyebarannya bisa dicegah sebelum meluas,” tegasnya.
Melalui kegiatan RADIASI PEMULA ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan serta mendeteksi dini penyakit menular semakin meningkat, demi terwujudnya kota yang sehat dan bebas TBC.
