Tayang di Bioskop! Film Horor Menjelang Magrib 2 Angkat Kisah Perang Sains Melawan Mistik

Avatar of Lintang
Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai. (Cineplex21)
Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai. (Cineplex21)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Pecinta film horor Tanah Air kini bisa kembali merasakan ketegangan dengan hadirnya sekuel terbaru, Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai.

Disutradarai oleh Helfi Kardit dan diproduksi oleh Helroad Films, film ini telah tayang perdana di bioskop-bioskop Indonesia, melanjutkan kesuksesan film pertamanya yang dirilis pada tahun 2022.

Sinopsis Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai

Film ini membawa penonton kembali ke masa lalu, tepatnya tahun 1920-an, di mana Stovia University era Hindia Belanda melahirkan para dokter pribumi. Cerita berpusat pada Giandra (diperankan oleh Aditya Zoni), seorang dokter muda lulusan Stovia yang membaca berita di koran Javasche Courant.

Berita itu mengisahkan seorang gadis bernama Layla (diperankan oleh Aisha Kastolan) yang dipasung di Desa Karuhun. Pada masa itu, pemasungan masih dianggap sebagai metode penyembuhan penyakit kejiwaan.

Sebagai seorang dokter, Giandra sangat menentang pengobatan mistik yang ditangani oleh seorang dukun. Ia tergerak untuk menemui Layla. Berita di koran itu sendiri ditulis oleh Rikke (diperankan oleh Aurelia Lourdes), seorang jurnalis keturunan campuran Belanda dan pribumi yang juga penasaran dengan kasus ini.

Demi mencapai Desa Karuhun yang berada jauh di pelosok, Giandra harus menempuh perjalanan panjang menggunakan pedati (kendaraan yang ditarik kerbau). Setibanya di desa, ia disambut oleh Rikke, yang hanya memberikan tiga kata petunjuk: “Kultur, Mistik, Tahayul.”

Perkataan Rikke ini menjadi landasan konflik utama film, di mana Giandra harus menghadapi pertarungan antara ilmu pengetahuan (sains) yang ia pelajari di bangku kuliah dengan kepercayaan masyarakat setempat yang telah mengakar secara turun-temurun.

Pemain Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai

  • Mutia Datau sebagai Nenek Layla
  • Ajeng Fauziah sebagai Saidah
  • Queen Dewi Imasy sebagai Ibu Soerdjadharma
  • Aisha Kastolan sebagai Layla
  • Ageng Kiwi sebagai Kepala Desa
  • Aurelia Lourdes sebagai Rikke
  • Shania Sree Maharani sebagai Perempuan Karuhun
  • Fendy Pradana sebagai Soerdjadharma
  • Aditya Zoni sebagai Giandra

(*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page