Tasbih Gaharu dan Cendana Jombang Ini Jadi Aroma Terapi Pereda Stress

Avatar of Jurnalis: Ririn
Tasbih Gaharu dan Cendana Jombang
Proses pembuatan tasbih dari kayu gaharu dan cendana di rumah produksi milik Fathurrahman, Desa Losari, Ploso, Jombang. (Sumber:Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com Tasbih, di tangan kreatif Fathurrahman, warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, potongan kayu gaharu dan cendana bukan sekadar bahan baku biasa.

Kayu-kayu istimewa ini disulap menjadi butiran bernilai tinggi yang keharumannya dipercaya mampu menenangkan pikiran sekaligus menjadi sarana zikir yang khusyuk.

Bagi umat Muslim, tasbih memang menjadi alat hitung utama saat berzikir. Namun, tasbih berbahan gaharu dan cendana memiliki kasta tersendiri. Selain seratnya yang indah, kedua jenis kayu ini memiliki aroma alami yang sangat khas.

“Saya memproduksi dari berbagai macam bahan, namun yang paling banyak diminati adalah berbahan dasar kayu istimewa seperti cendana dan gaharu,” ujar Fathurrahman saat ditemui di rumah produksinya, Kamis (12/2/2026).

Keistimewaan Tasbih Buatan Rahman

Menurut Rahman, keistimewaan utama buatannya terletak pada sifat alami kayu yang berfungsi sebagai aroma terapi. Wangi yang keluar dari butiran tersebut diklaim bisa membantu meredakan stres dan memberikan efek relaksasi bagi penggunanya.

“Cendana dan gaharu memang sudah wangi dari asalnya. Jadi tanpa diberi minyak wangi atau zat tambahan apa pun, aromanya sudah keluar secara alami,” jelas pria yang akrab disapa Rahman ini.

Keunikan dan kualitas garapan Rahman rupanya telah terdengar hingga ke mancanegara. Tak hanya melayani pasar domestik seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta, butiran alat berdzikir asal Ploso ini telah terbang hingga ke Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

Mengenai harga, Rahman mematok angka yang bervariasi tergantung kerumitan dan jenis bahan. Untuk tasbih standar, ia membanderol mulai harga Rp 1.000 dengan syarat pemesanan partai besar. Sementara untuk tasbih berbahan premium seperti cendana dan gaharu, harga dipatok mulai dari Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, hingga di atas ratusan ribu rupiah.

Ketekunan Rahman pun berbuah manis. Jika di hari biasa ia mampu meraup omzet Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan, angka tersebut melonjak drastis saat hendak memasuki bulan suci Ramadan dan musim haji.

“Alhamdulillah, khusus di menjelang Ramadan dan musim haji tahun ini omzet bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa,” pungkasnya.

Kepopuleran tasbih gaharu ini diakui oleh para pelanggan, salah satunya Aminah, pembeli asal Pasuruan yang sengaja memesan tasbih tersebut untuk koleksi pribadi dan hadiah.

“Wangi kayunya sangat lembut dan bikin tenang kalau dipakai zikir lama-lama. Beda dengan tasbih kayu biasa, yang ini aromanya awet dan terasa lebih autentik di tangan,” ungkap Aminah.(Karimatul)

Editor: Ririn W

Responsive Images

You cannot copy content of this page