Tanggul Sungai Tuntang di Grobogan Kembali Jebol, Warga Terdampak Banjir Pasrah

Avatar of Redaksi
IMG 20250316 WA0071
POTRET: Tanggul Sungai Tuntang di dusun Mintreng Desa Baturagung Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan kembali jebol, Minggu (16/3/2025) pagi. (Masrikin/kabartedepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Untuk kesekian kalinya tanggul Sungai Tuntang di Grobogan kembali jebol setelah hujan deras yang mengguyur wilayah hulu selama beberapa jam.

Akibatnya, banjir kembali merendam perkampungan Dusun Mintreng, Desa Baturagung Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Minggu (16/3/2025) dini hari.

Dari informasi masyarakat sekitar, jebolnya tanggul berawal dari naiknya elevasi air sungai, hal itu menyebabkan tanggul yang baru kelar diperbaiki beberapa waktu yang lalu kembali tak mampu membendung derasnya aliran Sungai Tuntang.

”Upaya perbaikan tanggul yang dibuat melingkar ternyata tak kuat menahan debit air, banjir kembali masuk ke pemukiman Dusun Mintreng,” ujar Santoso, warga setempat.

Dia menjelaskan, ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga ketinggian rata-rata sekitar 50 sentimeter dimulai pada Minggu dini hari.

”Air masuk ke pemukiman Dusun Mintreng, kemudian air banjir juga mengalir ke Desa Ringinkidul, dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter,” katanya.

“Kurang lebih warga yang menghuni empat RT tersebut 400 kepala keluarga,” imbuhnya.

Padahal, warga setempat baru saja bersih-bersih rumah karena banjir telah surut sejak dua hari belakangan.

”Padahal bersih-bersih rumah belum selesai. kami hanya bisa pasrah atas musibah banjir ini,” ungkap, Kasdi warga lainnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanggan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana terkait jebolnya tanggul tersebut.

“Kami terus memantau perkembangan melalui koordinasi dengan kades-kades di daerah berpotensi terdampak, agar menyiapkan evakuasi warga jika dibutuhkan,” ungkapnya.

Dikatakan, tanggul yang jebol menyebabkan kurang lebih warga yang menghuni empat RT tersebut 400 kepala keluarga. Mengingat kondisi air Sungai Tuntang masih tinggi kemungkinan genangan air berpotensi meluas.

Pihaknya mengimbau kepada warga Hilir yang terdampak banjir agar mempersiapkan diri untuk evakuasi jika air alami kenaikan

“Kita siagakan tim gabungan BPBD untuk selalu memantau perkembangan banjir dilokasi untuk antisipasi naiknya genanngan banjir,” pungkasnya (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page