
Blora, Kabarterdepan.com – Putusnya akses utama penghubung Semarang–Grobogan berdampak langsung pada arus lalu lintas lintas daerah.
Untuk mencegah kepadatan kendaraan, khususnya kendaraan berat, Satuan Lalu Lintas Polres Blora mengambil langkah cepat dengan melakukan pengalihan arus ke jalur pantai utara (Pantura).
Satlantas Blora Lakukan Rekayasa Lalin
Sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas tersebut, Satlantas Polres Blora memasang rambu-rambu penunjuk arah di sejumlah titik strategis.
Rambu pengalihan arus dipasang untuk mengarahkan kendaraan, terutama roda empat ke atas yang memiliki tujuan ke Kota Semarang agar melintasi jalur Pantura.
Baca juga: Dharmasraya Gelar Pelantikan 46 Pejabat Administrator dan UPT PuskesmasÂ
Kasatlantas Polres Blora, AKP Anggito Erry Kurniawan, mengatakan bahwa kebijakan ini dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pihak kepolisian wilayah tetangga.
“Informasi dari Grobogan, seluruh kendaraan dari Grobogan di alihkan ke Pantura Demak, sehingga kendaraan roda empat keatas melalui ruas Demak-Purwodadi,” terang AKP Anggito, rabu (18/02/2026).
Ia menjelaskan, terdapat dua titik utama pemasangan imbauan pengalihan arus lalu lintas, yakni di Perempatan Biandono dan kawasan Tugu Pancasila.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan yang terdampak langsung oleh terputusnya jalur utama.
AKP Anggito juga mengimbau kendaraan dari wilayah Blora yang hendak menuju Semarang agar tidak memaksakan melintas jalur yang terdampak.
“Untuk yang melalui randublatung getas, nanti bisa melalui Grobogan namun tetap nanti melalui Pantura Demak,” terangnya.
Menurutnya, kondisi arus lalu lintas di jalur Pantura wilayah Rembang masih terpantau aman dan lancar. Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam pengalihan arus guna mengurai potensi kemacetan di wilayah terdampak.
“Info dari Rembang, Jalan Pantura masih kondusif, belum ada peningkatan yang signifikan, sehingga mengakibatkan kemacetan,” terangnya.
Diketahui, terputusnya ruas Jalan Semarang–Grobogan terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Dampak kerusakan tersebut mengakibatkan jalan provinsi di wilayah Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan tidak dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membangun jembatan armco sebagai solusi sementara. Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu agar arus lalu lintas kembali normal. (Rga)
Editor berita: Ririn W.
