Tangani Sampah Secara Kewilayahan, Kelurahan Gunungketur Yogyakarta Manfaatkan 9 Transporter

Avatar of Redaksi
Kelurahan Gunungketur
Suasana pengambulan sambah menggunakan transporter di Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (4/2/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com- Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan program penanganan sampah berbasis kewilayahan menggunakan transporter, Senin (3/2/2024).

Program tersebut diluncurkan untuk mengurangi masyarakat yang secara mandiri membuang sampah ke depo-depo sekitar. Total ada 9 transporter yang dimanfaatkan untuk mengangkut sampah dari setiap rumah.

Dukungan Program oleh Kelurahan Gunungketur

“Ini didukung oleh kampung, LPMK didukung sudah menjadi satu kesatuan. Namun sekarang belum semua warga menjadi pelanggan. harapan 100 persen, tapi ini masih kurang 15 persen agar semua menjadi pelanggan,” kata Lurah Gunungketur, Sunarni saat diwawancarai wartawan.

Ia menyampaikan jika transporter nantinya akan mengambil sampah dari warga dalam kondisi sudah terpilah baik organik dan anorganik. Ia menyebut, petugas akan menolak mengangkut sampah jika masih dalam keadaan tercampur antara.

Ia menyampaikan sampah sebagai sebuah komoditas yang memiliki harga. Kendati begitu, sebagian masyarakat belum menyadari hal tersebut. Pihak berupaya untuk mengedukasi warga untuk mau memilah sampah.

Sampah-sampah yang sudah terkumpul nantinya akan dibawa ke tempat pengolahan sampah yang ada di Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Ia menyampaikan jika sebelumnya dalam melakukan pengilahan sampah, Kelurahan Gunungketur bisa dibilang tidak segesit kelurahan lainya.

“Tapi sekarang kami jauh lebih mapan, karena transporter yang jelas, pelanggan yang banyak, sementara yang lainya masih kebingungan. Harapanya 100 persen warga kami bisa menjadi pelanggan,” katanya.

Ia berharap dengan bersihnya Kota Jogja dari sampah, kedepan bisa mendatangkan investor untuk bisa berkontribusi mengembangkan wilayah.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro menyampaikan Kelurahan Gunungketur Pilot project pertama dengan Kemantren Kraton. Pihaknya berharap agar wilayah lainya di Kota Yogyakarta bisa mengikuti langkah yang sama.

“Sehingga ini harus segar diikuti kelurahan lainya  prioritas per Kemantren diikuti dengan lainya baik DLH(Kota Yogyakarta) maupun pemerhati sampah,” ujarnya.

“Selanjutnya rapat kerja kami dengan seperti yang kami lakukan berdiskusi baik dengan kewilayahan pak mantri, bapak ibu lurah dan pemerhati sampah di wilayah masing masing,” imbubnya. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page