
Jombang, Kabarterdepan.com – Pawai Budaya yang diadakan di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan HUT Jam’iyah Mahabaturrosul masih menjadi perbincangan warga di berbagai daerah.
Pasalnya, mulai dari akses keluar masuk desa, penarikan biaya penitipan kendaraan, hingga harga makanan dan minuman di acara pawai budaya.
Y (40) warga desa Peterongan menjelaskan, ia dan keluarganya mengeluh karena tidak mendapatkan akses ke sanak saudaranya di Dusun Bapang. Ia berencana menonton pawai budaya di kediaman sanak saudaranya.
Akan tetapi, ia dihadang oleh panitia di jalan keluar masuk yang berada di SDN Sumbermulyo 1. Ia dipaksa oleh panitia untuk memarkir kendaraannya di penitipan kendaraan yang telah disediakan.
“Saya tidak boleh masuk ke Desa, dipaksa menitipkan sepeda motor saya di penitipan. Kan kalau dari lokasi penitipan ke Dusun Bapang sangat jauh. akhirnya saya tidak jadi melihat, saya balik pulang,” jelasnya.
Ia merasa pihak panitia tidak memperbolehkan warga lain menonton pawai budaya karena tidak memberikan akses.
“Kalau tidak memberikan akses, ya sudah kita pulang saja. Toh pawai budaya tidak di sini saja, biar dilihat warga Desa Sumbermulyo sendiri,” terangnya.
A (55) warga Dusun Sidowaras menuturkan, pihak panitia ada yang sampai membentak warga desanya sendiri karena kedapatan memberikan parkir gratis untuk sanak saudaranya yang ingin menonton pawai budaya. Alasannya karena panitia tidak mendapatkan uang masuk apabila warga kedapatan memberikan parkir gratis untuk warga luar desa.
Selain susahnya akses keluar masuk, warga juga mengeluhkan harga-harga makanan, minuman, dan lain sebagainya.
S (28) penjual minuman dingin asal Lamongan yang berjualan di lokasi finish menuturkan, panitia membanderol harga Rp 100.000 lebih jika ingin berjualan di area finish. Dengan adanya kebijakan tersebut, pedagang memberikan harga di atas harga sewajarnya.
“Biasanya jualan es teh ya Rp 5.000, sekarang ya Rp 15.000 karena ada penarikan itu. Kalau harganya tetap Rp 5.000, takutnya tidak balik modal,” kata S.
Selain itu, panitia juga membanderol biaya lumayan tinggi untuk penitipan kendaraan bermotor. Mulai dari harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 untuk satu sepeda motor. (Rebeca)
