Tak Hanya Infrastruktur, Gubernur Khofifah Ingin Jerman Dukung Layanan Kesehatan Jawa Timur

Gubernur Khofifah ingin RSUD Dr Soetomo jadi Rumah Sakit Internasional. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Gubernur Khofifah ingin RSUD Dr Soetomo jadi Rumah Sakit Internasional. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com- Menyikapi kerja sama yang erat antara Jerman dan Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah ingin agar sektor kesehatan juga mendapatkan perhatian. Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, kerja sama di bidang kesehatan tidak hanya sebatas pada penyediaan alat kesehatan dan teknologi medis, tetapi juga mencakup pendampingan dari dokter-dokter spesialis Jerman.

Gubernur Khofifah mengatakan sebagaimana diketahui, rumah sakit terbesar di Indonesia, RSUD Dr. Soetomo, yang berada di Jawa Timur. Oleh sebab itu dengan pendampingan langsung dari dokter spesialis asal Jerman membuka wawasan bagi tenaga kesehatan di RSUD Dr Soetomo.

“Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur, menurunkan angka kegagalan layanan, dan mencegah risiko kematian pasien,” kata Khofifah, Jumat (9/1/2026).

Selain itu dengan adanya dokter spesialis dari Jerman dapat memperkuat peran RSUD Dr Soetomo menjadi International Hospital. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur yang bertumpu pada tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Dengan dukungan alat kesehatan, teknologi medis, serta kerja sama dokter spesialis dari Jerman, peran RSUD Dr. Soetomo sebagai international hospital akan semakin kuat,” tambahnya.

Harapan Gubernur Khofifah

Tidak hanya di sektor kesehatan, Jerman juga dikenal bagus dalam pendidikam vokasi, oleh sebab itu mantan Menteri Sosial tersebut ingin agar pemerintah Jerman menyediakan Short Course bagi guru dan siswa agar memperoleh keterampilan guna meningkatkan daya saing.

“Kami berharap ke depan dapat dikembangkan program short course bagi guru dan siswa untuk memperoleh perspektif serta keterampilan unggulan yang telah diterapkan di Jerman,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page