Sumbang Armada, Sekolah Rakyat di Sleman Perkuat Layanan Bus Layak Anak untuk Pelajar

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Heru Kuntadi saat diwawancarai soal bus sekolah Rakyat. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Heru Kuntadi saat diwawancarai soal bus sekolah Rakyat. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan – Upaya perluasan layanan Sistem Transportasi Bus Layak Anak Sleman (Si Bulan) pada 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sekolah Rakyat yang menyerahkan satu unit bus untuk dioperasionalkan bagi pelajar.

Dukungan ini melengkapi penambahan armada dari BKAD Sleman dan pengadaan bus melalui APBD.

Saat ini layanan Si Bulan baru beroperasi pada Koridor 1 dan 2 (Dishub–Godean dan Godean–Dishub) dengan dua armada. Kepala Dishub Sleman, Heru Muntadi, menjelaskan bahwa total akan ada tiga armada tambahan pada tahun 2026.

“Penambahan tersebut berasal dari aset BKAD Sleman. Selain itu kami juga telah membeli bus 1 unit dengan memanfaatkan APBD. Kemudian kami mendapatkan 1 bus dari Sekolah Rakyat,” jelasnya saat ditemui di kantor BKAD Sleman, Selasa (9/12/2025).

Bus Sekolah Rakyat

Heru menyampaikan bahwa bus dari Sekolah Rakyat telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan untuk dimaksimalkan dalam program Si Bulan.

Dishub juga tengah menyiapkan pembukaan Koridor 3 dan 4 menuju wilayah Terminal Pakem hingga Bandara Adisutjipto. Rencana ini disusun setelah informasi bahwa jalur Trans Jogja 14 yang melayani rute tersebut tidak lagi beroperasi pada 2026.

“Titik koridor ini masih menentukan dari informasi Dishub DIY, jalur Trans Jogja 14 yang Terminal Pakem – Bandara itu 2026 tidak lagi beroperasi,” kata Heru.

“Padahal di situ banyak jalur anak sekolah. Itu yang akan kita support,” imbuhnya.

Dengan tambahan tiga armada, Si Bulan akan mengoperasikan dua bus besar dan tiga mobil elf. Elf berkapasitas 19 pelajar, sedangkan bus besar diperkirakan dapat menampung sekitar 30 pelajar.

“Kalau yang bus modelnya elf itu yang kuning kalau kapasitasnya 19 penumpang, kalau keterisian 65 sampai 70 persen anak sekolah, termasuk yang dibantu Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, menilai keberadaan Si Bulan membantu pelajar dalam perjalanan ke sekolah.

“Bisa pulang pergi sekolah, tinggal bagaimana manajemennya tepat waktu, tepat rute, dan tepat sasaran,” katanya. (Hadid Pangestu)

Responsive Images

You cannot copy content of this page