Stella Christie: Kemendikti Saintek Siapkan Skema Pendanaan Baru untuk Riset Sains dan Teknologi

Wamendikti Saintek Stella Christie saat menyampaikan konferensi pers di Graha Unesa. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Wamendikti Saintek Stella Christie saat menyampaikan konferensi pers di Graha Unesa. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Guna mendorong riset yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat dan industri, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah menyiapkan berbagai skema program pendanaan dan insentif riset di bidang Sains dan Teknologi (Saintek) yang ditujukan bagi dosen dan peneliti di perguruan tinggi.

Disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Stella Christie, pihaknya saat ini telah mendapatkan tambahan anggaran tambahan untuk riset yang bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Jadi kita sudah berhasil mendapatkan tambahan anggaran untuk riset dari LPDP, itu berhasil kita ubah peraturannya sehingga kami bisa memberikan insentif langsung kepada peneliti,” kata Stella saat ditemui di Unesa usai menyampaikan materi di Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI), Jumat (21/11/2025).

Stella Christie Fokus Berikan Insentif Langsung kepada Peneliti

Wanita yang menjabat sebagai guru besar (profesor) tetap di Tsinghua University ini menambahkan, hingga saat ini pihaknya tengah fokus meyakinkan Kementerian dan lembaga negara yang bersangkutan agar pihaknya dapat memberikan insentif kepada para peneliti di Indonesia.

“Kami saat ini masih meyakinkan lembaga dan kementerian yang berkaitan agar dapat memberikan insentif langsung kepada peneliti. Hal ini sangat penting agar dapat memberikan semangat kepada para peneliti untuk melakukan riset,” tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada riset, Kemendikti Saintek juga tengah menyupayakan agar diaspora Indonesia memiliki daya saing di dunia internasional. Salah satunya melalui peningkatan pendidikan agar diaspora Indonesia dapat meraih gelar PhD.

“Kami saat ini tengah mengupayakan agar sebagian insentif dari dana riset ini juga diberikan kepada diaspora kita agar dapat mengambil PhD student,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page