
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sabillul Muttaqin Mojokerto mengadakan pelatihan penulisan buku ber-ISBN dan diseminasi buku kepemimpinan pendidikan, Sabtu (15/2/2025).
Acara yang berlangsung di aula kampus ini dihadiri oleh berbagai peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua I STAI Sabillul Muttaqin, Wahyu Syafa’at, M.Pd.I., sebagai pemateri utama, yang memberikan wawasan dan bimbingan terkait penulisan serta penerbitan buku ber-ISBN.
Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi program akademik dalam mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan yang diambil oleh mahasiswa pada semester tiga.
Dalam pemaparannya disampaikan mengenai teknik penulisan yang dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan genre buku.
2. Hindari plagiarisme dan cantumkan sumber referensi.
3. Gunakan kalimat yang jelas, efektif, dan tidak bertele-tele.
4. Gunakan ilustrasi, grafik, atau tabel untuk mendukung isi.
Sedangkan untuk proses penerbitan buku dari, Penyusunan dan desain layout – Pengajuan ISBN ke Perpustakaan Nasional – Pemilihan penerbit atau self publishing – Percetakan dan distribusi. Cara mendapatkan ISBN :
– Daftar ke Perpustakaan Nasional RI (isbn.perpusnas.go.id)
– Isi formulir pengajuan ISBN
– Unggah berkas persyaratan
– Menunggu proses verifikasi
– ISBN diterbitkan dan dikirim dalam format digital
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diwajibkan untuk menulis dan menerbitkan buku secara berkelompok.
Ini merupakan bentuk nyata dari proses pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan mahasiswa dalam menulis, serta untuk memfasilitasi mereka dalam menghadapi tantangan di dunia akademik.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari program yang akan mendukung penilaian akreditasi kampus, di mana setiap program studi membuat program yang melibatkan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian, salah satunya adalah penulisan buku.

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang menjadi penyelenggara kegiatan ini berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa mengenai seluruh tahapan yang terkait dengan proses penulisan dan penerbitan buku, mulai dari penulisan konten hingga mendapatkan ISBN.
ISBN, yang merupakan identifikasi resmi bagi buku yang diterbitkan, menjadi salah satu elemen penting yang harus dipahami oleh mahasiswa agar karya mereka diakui secara sah dan resmi dalam dunia literasi dan akademik.
Wahyu Syafa’at, sebagai pemateri utama, menyampaikan bahwa meskipun penerbitan buku oleh mahasiswa STAI Sabillul Muttaqin telah dimulai sejak tahun 2020, namun perubahan regulasi dalam penerbitan ISBN yang semakin ketat memerlukan pemahaman yang lebih mendalam dari para mahasiswa.
Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami dan mengikuti aturan serta mekanisme terbaru dalam penerbitan buku dengan ISBN.
Lebih lanjut, Wahyu Syafa’at menjelaskan bahwa sistem ISBN kini telah mengalami beberapa perubahan, termasuk pembagian kategori yang berbeda untuk setiap jenis buku yang diterbitkan.
Dengan adanya kategori yang lebih beragam ini, penulis dan penerbit perlu memahami klasifikasi buku yang sesuai dengan jenis karya yang ingin diterbitkan.
Pemahaman yang benar mengenai hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa buku yang ditulis dan diterbitkan dapat terdaftar secara sah dengan nomor ISBN yang sesuai dengan klasifikasinya.
Pelatihan ini, menurut Wahyu Syafa’at, menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar menulis, tetapi juga mempersiapkan karya mereka agar dapat terbit secara resmi dan diakui dalam dunia akademik.
Selain pembahasan teknis mengenai penerbitan buku, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan melakukan refleksi kritis tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan.
Peserta diajak untuk mengeksplorasi berbagai tantangan dalam kepemimpinan pendidikan, serta membahas bagaimana kontribusi mereka, melalui tulisan, dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.
Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa tentang pentingnya peran kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai pendidikan yang progresif dan inklusif, sehingga mahasiswa tidak hanya fokus pada pengembangan diri mereka tetapi juga turut serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan secara lebih luas.
Dengan adanya kegiatan ini, STAI Sabillul Muttaqin Mojokerto berkomitmen untuk terus mendorong budaya literasi di lingkungan akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya kampus untuk mendorong mahasiswa agar dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, melalui tulisan yang berkualitas dan diakui di dunia akademik.
Wahyu Syafa’at menambahkan bahwa salah satu harapannya adalah agar mahasiswa STAI Sabillul Muttaqin terus berkembang dalam hal penulisan buku dan bisa menjadi acuan dalam membangun budaya literasi yang kuat di kampus ini.
Ia juga berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat berperan penting dalam mendukung akreditasi kampus, yang tentu saja akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi kampus di tingkat nasional.
“Saya berharap ke depannya agar mahasiswa kampus ini terus semangat dan aktif dalam mengikuti prosedur penulisan buku, yang nantinya dapat menjadi acuan sebagai budaya literasi yang terus berkembang di kalangan akademisi. Penulisan buku juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan akreditasi kampus dan pengakuan atas kualitas pendidikan yang kami tawarkan,” tuturnya. (Tantri*)
