Sri Sultan HB X Tak Batasi Pemakaian Stadion Maguwoharjo Selama Sewa, Bupati Sleman Tunggu Niat Baik Manajemen PSIM Yogyakarta

Avatar of Redaksi
IMG 20250724 WA0082
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat bertemu dengan Dirut PSIM Yogyakarta Yuliana Tasno di komplek Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (Hadid Husaini for kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan bahwa tim manapun dapat memanfaatkan Stadion Maguwoharjo dengan sistem sewa.

Hal tersebut seiring dengan klub sepakbola PSIM Yogyakarta berencana menggunakan Stadion yang juga menjadi kandang PSS Sleman tersebut untuk menghadapi Liga-1. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian rencana tersebut oleh PSIM.

“Sleman kan Bagian dari DIY. Kan bukan gratis, masa disewa (klub) yang lain boleh dari luar, sama-sama Yogyakarta PSIM nggak bisa, kan gak ada logika,”kata Ngarsa Dalem saat diwawancarai di komplek kepatihan, Kamis (24/7/2025).

Ngarsa Dalem menyampaikan bahwa stadion merupakan fasilitas publik. Selain itu Stadion tersebut juga dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) yang memungkinlan tim sepakbola dari luar daerah bertanding.

“Sebetulnya siapa pun mau bertanding di sana dari Papua aja boleh, masak dari Jogja gak boleh, kan gak logis. Terlalu cupet pola pikirnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya saat ditemui di komplek Kepatihan menyampaikan hingga saat ini manajemen PSIM belum menyampaikan hasil dari arahan yang ia berikan terkait rencana pemanfaatan Stadion Maguwoharjo.

“Mungkin sudah 1 bulan lebuh manajemen PSIM bertemu saya saya kasih PR belum kembali ke saya menyampaikan perkembangan yang harus dilakukan,” katanya.

“Saya merekomendasi (penggunaan stadioan Maguwoharjo) dipakai PSIM kalau semuanya sudah clear. Saya menjalankan Titah Dalem monggo dipakai,” kata Harda.

Diriny menyampaikan sudah kumpulkan seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar adanya jaminan keamanan dari manajemen PSIM terlebih dahulu.

Pihaknya menyampaikan akan memberikan rekomendasi pemanfaatan Stadion Maguwoharjo jika manajemen PSIM telah melaksanakan koordinasi dengan sejumlah pihak, terutama antar supporter.

“Selama ini memang ada perbedaan antara suporter PSIM dan PSS, ada gap komunikasi lah, saya minta diselesaikan,” katanya.

Harda juga meminta manajemen PSIM untuk melakukan pengecekan terhadap fasilitas, dan bertanggung jawab terhadap isinya. “Komplain kami sehingga nanti ketika ada kerusakan kembali seperti semula,”katanya.

Dirinya tidak ingin sejarah kelam yang berakibat fatal terjadi, seperti meninggalnya suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud (BCS) beberapa tahun lalu akibat dikeroyok oleh sejumlah oknum suporter PSIM. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page