Sragen Diguyur APBN Miliaran Rupiah, Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah

Avatar of Jurnalis: Masrikin
Kegiatan Pelaksanaan Pisew, pengecoran infrastuktur pertanian antar desa di Kabupaten Sragen (masrikin/kabarterdepan.com)
Kegiatan Pelaksanaan Pisew, pengecoran infrastuktur pertanian antar desa di Kabupaten Sragen (masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com –
Sebanyak 18 desa di Kabupaten Sragen mendapatkan angin segar dari pemerintah pusat. Melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew), dana sebesar Rp4,5 miliar dikucurkan untuk memperkuat konektivitas antar desa di sektor pertanian dan perikanan.

Program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini menyasar 9 kecamatan, masing-masing menerima alokasi Rp500 juta. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan jalan produksi yang menghubungkan desa-desa agropolitan dan minapolitan.

“Setiap kecamatan mendapat Rp500 juta untuk infrastruktur pendukung pertanian dan perikanan antar desa,” ujar Darmanto, ST, selaku Fasilitator Masyarakat (FM), Senin (6/10/2025).

Dikatakan, Program ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi Sambirejo, Karangmalang, Sidoharjo, Tangen, dan Gesi. Tahap kedua menyusul di Kecamatan Sumberlawang, Kalijambe, Miri, dan Gondang.

Proyek Pisew Sragen

Pelaksanaan proyek Pisew dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD), yang bertugas menyusun rencana kerja, mengawasi pembangunan, dan berkoordinasi dengan fasilitator dan instansi terkait

“Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei lapangan, pembentukan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), dan penyusunan DED serta RAB,” jelasnya.

Salah satu desa penerima manfaat adalah Desa Gabukan, Kecamatan Tanon. Kepala Desa Gabukan, Andriyanto Widodo alias Wiwid, mengaku pembangunan jalan produksi yang menghubungkan Gabukan dan Desa Padas sangat vital.

“Jalan ini memperlancar distribusi hasil panen dan akses antar desa. Bantuan ini sangat kami syukuri,” ucap Wiwid.

Ia menjelaskan, meski dana Pisew bisa digunakan untuk beragam infrastruktur seperti pasar desa atau saluran irigasi, di Sragen hampir seluruhnya digunakan untuk jalan produksi. Hal ini dinilai selaras dengan program swasembada pangan daerah.

“Fokus kami jelas: meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya.

Disisi lain, keberadaan program Pisew sangat membantu meningkatkan kemantapan infrastruktur khususnya jalan pedesaan di wilayah Kabupaten Sragen.

“Program Pisew ini mendorong tercapainya target pembangunan berkelanjutan di kawasan perdesaan ,” Ujar Aribowo Sulistiyo, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen.

Responsive Images

You cannot copy content of this page