
Sragen, kabarterdepan.com – Kabar gembira datang untuk warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Sragen yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengucurkan dana miliaran rupiah untuk membiayai Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2025.
Tak tanggung-tanggung, bantuan ini akan menyasar sekitar 800 rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini belum mampu melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
“Maaf mas, kalau nggak salah sekitar 800-an penerima,” ungkap Roksi, salah satu Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) BSPS yang bertugas di Sragen, kepada kabarterdepan.com, Rabu (8/10/2025)
Diketahui, program BSPS yang digulirkan Kementerian PKP ini bertujuan mengentaskan backlog perumahan, mempercepat peningkatan kualitas hunian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara langsung di daerah.
Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta. Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian bahan bangunan, dan Rp2,5 juta untuk ongkos tukang. Penyaluran dana bantuan dijadwalkan mulai digulirkan pada Oktober 2025.
BSPS bukan sekadar program bantuan sosial biasa. Ia menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, karena sistem swadaya mendorong pelibatan tukang lokal dan pembelian bahan bangunan dari toko setempat.
Warga Sragen Senang
Menariknya, program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PUPR/PKP, Pemkab Sragen, dan DPR RI, khususnya melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota Komisi V DPR RI. Tentang penyaluran, dana BSPS bagi masyarakat kurang mampu bebas dari pungutan biaya atau gratis
“Program ini sangat membantu. Banyak warga yang sudah lama menanti bantuan seperti ini karena kondisi rumah mereka sudah tidak layak ditempati,” ujar salah satu warga calon penerima manfaat di Kecamatan Tanon Jumat (10/10/2025).
Dengan adanya bantuan ini, banyak masyarakat berharap jika wajah hunian masyarakat Sragen akan semakin membaik, layak, dan sehat. Lebih dari itu, perputaran uang dari program ini juga bakal menggeliatkan ekonomi lokal.

