Begini Yang Dilakukan Filsuf Yunani Socrates Hingga Bisa Mengubah Pemikiran Barat

Avatar of Redaksi
Socrates, Tokoh Filsuf Yunani socrates /(instagram/@philosophyinsight)
Tokoh Filsuf Yunani Socrates /(instagram/@philosophyinsight)

Sejarah, Kabarterdepan.com – Socrates, lahir sekitar tahun 470 SM di Athena, merupakan salah satu filsuf Yunani terpenting dalam sejarah pemikiran Barat.

Ia dikenal sebagai bapak filsafat etika berkat metode dialektikanya yang revolusioner.

Metode Socratic, yang dikenal melalui pertanyaan dan jawaban, bertujuan untuk menggali kebenaran dan menguji keyakinan secara mendalam.

Meskipun Socrates tidak meninggalkan tulisan, ajaran-ajarannya terabadikan melalui catatan murid-muridnya, terutama Plato.

Socrates mengajarkan pentingnya pengetahuan diri dan kehidupan yang bermoral.

Ia percaya bahwa kebijaksanaan sejati datang dari kesadaran akan ketidaktahuan kita sendiri.

Ini berbeda dengan pandangan zaman sebelumnya yang lebih menekankan pada pengetahuan dan kekuasaan eksternal.

Filosofi Socrates mendorong orang untuk bertanya, merenung, dan mencari jawaban sendiri daripada menerima informasi secara pasif.

Filsuf Yunani Socrates juga dikenal karena keberaniannya dalam menghadapi kekuasaan.

Ia dihukum mati pada tahun 399 SM dengan dakwaan merusak pemuda dan menghormati dewa-dewa baru.

Meskipun dihukum mati, warisan pemikirannya terus mempengaruhi filsafat dan etika hingga saat ini.

Metode dan ajarannya masih menjadi dasar dalam pendidikan filsafat dan pemikiran kritis di seluruh dunia.

Pemikiran Filsuf Yunani Socrates yang Abadi

Dialog-dialog karya Plato adalah salah satu sumber paling mendetail yang memuat pemikiran Socrates yang masih ada hingga saat ini. Tulisan-tulisan tersebut mencerminkan pendekatan Socrates terhadap berbagai cabang filsafat, seperti epistemologi dan etika. Sosok Filsuf Yunani Socrates dalam karya Plato turut melahirkan konsep metode Socrates serta ironi Socrates.

Metode tanya-jawab Socrates, yang dikenal sebagai elenchus, muncul dalam dialog yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan singkat dan tanggapan dari lawan bicara.

Socrates dan partisipannya biasanya mengeksplorasi topik tertentu, sering kali terkait dengan kebajikan, dan akhirnya menemukan bahwa mereka tidak mampu memberikan definisi yang memuaskan atas hal yang mereka bahas.

Socrates terkenal karena mengakui ketidaktahuannya; ia sering menyatakan bahwa satu-satunya hal yang ia ketahui adalah bahwa ia tidak tahu apa-apa. Pemikiran ini menandai awal dari pencarian filosofis, menurutnya. Pengaruh Socrates terus terasa pada para filsuf dari zaman kuno hingga era modern.

Pemikirannya dipelajari oleh cendekiawan abad pertengahan dan Islam, serta memberikan kontribusi penting bagi pemikiran Renaisans Italia, khususnya dalam gerakan humanis.

Ketertarikan terhadap Socrates berlanjut hingga filsafat modern, terlihat dalam karya-karya seperti milik Søren Kierkegaard dan Friedrich Nietzsche.

Gambaran tentang Socrates dalam seni, sastra, dan budaya populer telah menjadikannya figur penting dalam tradisi filsafat Barat.

Sumber Wikipedia.

(redaksi)

Responsive Images

You cannot copy content of this page