
Kota Baru, kabarterdepan.com – Soal beredarnya video viral rombongan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu saat Bimtek dan Outbond yang melakukan perjalanan dinas ke Solo, Jawa Tengah, dengan menaiki bus yang kini menjadi perbincangan publik masyarakat Kota Batu dan menuai kecaman, hingga puncaknya mendapat reaksi keras dan menjadi kontroversi.
Pasalnya, dalam video yang sengaja direkam oleh salah seorang pegawai Dishub Kota Batu itu, tampak dalam satu rombongan bus terlihat salah seorang oknum pegawai menunjukkan botol yang diduga minuman keras (Miras).
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batu, Hendri Suseno membantah dengan memberikan klarifikasi kepada awak media, pada Rabu (4/12/2024).
“Ya, jadi sebenarnya pegawai Dishub ada yang merasa sakit, akhirnya bus berhenti di rest area, yang bersangkutan mengambil air hangat untuk kemudian di kompreskan ke perutnya itu untuk meredakan masuk angin,” terangnya dengan singkat.
Namun, jika dilihat dengan seksama dan teliti, berdasarkan video yang viral itu oknum Dishub yang dimaksud tidak terlihat sebagaimana layaknya orang yang sedang sakit.
Pasalnya, dirinya dengan sengaja mengabadikan botol minuman yang diduga Miras itu sembari mengacungkan jempol dengan tertawa dan bernyanyi bersama, yang dengan sengaja direkam oleh salah seorang temannya dalam satu rombongan bus yang sama.
Dampaknya, kini memicu kontroversi dan menjadikan perbincangan hangat di mata publik terutama masyarakat Kota Batu.
Setidaknya hal itu seperti yang dituturkan Triyono, salah seorang warga masyarakat Sisir Kota Batu, yang menilai pernyataan Dishub tidak masuk akal dan sulit untuk dicerna.
“Kalau kita mau berpikiran waras, logikanya kalau orang sakit itu pasti minum obat terus istirahat, tapi tidak seperti yang dilakukan oknum pegawai Dishub Kota Batu. Sebab, bagaimana mungkin orang yang sedang sakit tapi tertawa dan bernyanyi bersama sambil memperlihatkan botol di dalam bus yang pasti yang saya menduga isinya Miras, terlebih bus yang ditumpanginya ber-AC. Terus terang saya tidak habis pikir dan sulit untuk percaya begitu saja,” tegas bapak satu anak ini.
Dirinya pun berharap, kepada awak media selaku corong masyarakat untuk terus mengawal kasus yang kini menjadi viral tersebut, agar tidak menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Kota Batu, terutama Dishub.
“Sebagai pilar ke empat demokrasi, peran serta teman-teman media tentunya dalam kasus ini untuk selalu terus mengawal, karena kita sebagai warga masyarakat Kota Batu butuh informasi keterbukaan publik, seperti dengan anggaran perjalanan dinas yang notabene menggunakan uang rakyat,” tandasnya. (Yan)
