
Sampang, kabarterdepan.com – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sekitar 50 ribu sekolah di Indonesia menerima perangkat Interactive Flat Panel (IFP) berukuran 75 inci.
Program ini menjadi bagian dari agenda besar digitalisasi pendidikan nasional, yang ditujukan untuk memperkuat akses pembelajaran modern dari kota hingga pelosok tanah air.
Salah satu sekolah yang telah menerima bantuan tersebut adalah SMAN 3 Sampang. Perangkat digital berupa Smart TV Hisense Commercial Display 75° (Merah Putih) itu tiba pada Selasa (28/10/2025) pukul 15.00 WIB, dan dirakit serta disetting oleh teknisi pada Senin (3/11/2025) pagi hari.
Proses pengajuan dilakukan melalui Dapodik sekolah, sementara pengiriman, penerimaan, hingga pemasangan dilakukan secara gratis oleh pihak teknisi yang ditunjuk pemerintah.
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Fahmi Ismail Latief menjelaskan bahwa kehadiran perangkat ini akan memberikan perubahan besar terhadap metode belajar di sekolah.
“Dengan adanya smart TV ini, siswa dapat belajar dari konten terbaik, termasuk animasi dan materi interaktif. Selain itu, sistem ini juga mendukung pembelajaran jarak jauh dari guru-guru pilihan. Ini tentu sangat membantu daerah yang masih kekurangan tenaga pengajar,” ujar Fahmi.
Pemerintah menargetkan distribusi IFP akan mencapai 330 ribu sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir 2025.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga telah mempersiapkan dukungan daya listrik dan genset untuk mengantisipasi gangguan akibat pemadaman bergilir, sehingga kegiatan belajar berbasis digital tetap bisa berjalan lancar.
Kepala SMAN 3 Sampang
Kepala SMAN 3 Sampang, Ahmad Saifuddin, menyampaikan apresiasi dan harapan atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat.
“Kami berterima kasih atas bantuan ini. Harapan kami, seluruh guru dan siswa dapat menggunakan serta menjaga fasilitas ini sebaik-baiknya. Kalau bisa, ke depan bukan hanya satu unit, tetapi setiap kelas memiliki perangkat serupa agar manfaatnya lebih merata,” ungkap Saifuddin.
Melalui program ini, pemerintah berharap pembelajaran digital semakin merata, dan sekolah-sekolah di daerah dapat menikmati akses pendidikan modern layaknya sekolah di perkotaan. (Fais)
