
Sleman, kabarterdepan.com- Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa meminta masyarakat Sleman untuk menahan diri pada saat hari besar keagamaan nasional (HBKN) 2025.
Hal tersebut diungkapkan saat Pendopo Parasamya, Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (25/2/2025).
Rencana dibukanya Tol Yogyakarta-Solo yang secara fungsional dari segmen Prambanan hingga Tamanmartani selama libur lebaran berpotensi menimbulkan kemacetan yang masuk ke Yogyakarta terutama Sleman.
Danang menyampaikan jika kebijakan yang dikeluarkan terkait penggunaan jalan tol merupakan kebijakan dari pihak pengembang proyek dalam hal in PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) dan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Karena itu kebijakan dari pusat, mungkin dalam rangka membantu traffic kepadatan lalu lintas selama periode hari besar. Kami tentunya akan membantu terkait kelancaran (jalan) di Sleman selama perayaan hari besar. Karena kalau ada orang masuk dari luar ke Sleman efeknya pasti kemacetan,” katanya.
Dirinya menekankan bahwa masyarakat perlu memahami kondisi kepadatan saat libur hari besar dan memberikan kesempatan kepada wisatawan dari luar kota. Kendati begitu, Danang menyebut jika padatnya Bumi Sembada bisa dimanfaatkan menjadi peluang.
Danang menyebut masyarakat bisa memanfaatkan masuknya masyarakat dari luar Yogyakarta dengan berjualan.
“Saya sering sampaikan kalau keuntungan kepada masyarakat kan gak masalah. Mending macet tapi dagangan laris, UMKM e laris, daripada nggak laris,” katanya.
“Kalau saya mending macet tapi due duit (punya uang) daripada nggak macet tapi nggak due duit (nggak punya uang) , paling tidak menunggu selama 1-2 minggu,” katanya.
Dirinya menyampaikan telah berkoordinasi terkait dengan potensi kemacetan selama HBKN bersama dengan Polresta Sleman dan Dinas Perhubungan (Dishub). (Hadid Husiani)
