Skor SPI-MCP Grobogan Meningkat, Inspektorat: Semoga Indeks Selalu Terjaga

Avatar of Redaksi
MCP
POTRET: Salah satu kegiatan sosialisasi Whistleblowing System (WBS) dilingkungan Pemkab Grobogan tahun 2024 (Dok Inspektorat Grobogan for kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini merilis capaian hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2024.

Survei ini dilakukan untuk mengukur tingkat risiko korupsi pada 94 kementerian/lembaga, 37 pemerintah provinsi, dan 508 pemerintah kabupaten/kota diseluruh Indonesia termasuk Kabupaten Grobogan.

Hasil Skor MCP

Dikutip dari laman jaga.id. Hasil skor penilaian MCP di Kabupaten Grobogan tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan sebesar 98 poin. Perolehan poin itu cenderung naik bila dibandingkan dengan capaian nilai ditahun sebelumnya (2023) yakni sebesar 94 poin.

Hal itu membuat Kabupaten Grobogan masuk dalam ketegori terjaga 10 besar tingkat Nasional dalam mencapai penilaian MCP KPK tersebut.

Bersamaan itu, Pemkab Grobogan juga mencatatkan hasil Survei Penilaian Itegritas (SPI) yang cukup memuaskan dengan mengalami keniakan nilai sebesar 78,92 poin.

Perolehan nilai SPI itu juga cenderung meningkat 1.80 poin bila dibandingkan dengan perolehan ditahun 2023 lalu yakni sebesar 77,12 poin. Capaian skor SPI 2024 menempatkan posisi Grobogan masuk dalam zona hijau dengan klasifikasi SPI terjaga.

Inspektur Kabupaten Grobogan Moch. Susilo mengatakan, upaya Pemkab Grobogan dalam pencegahan korupsi melalui kegiatan sosialisasi dan kegiatan pengawasan intern tahun 2024 membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

“Alhamdulillah hasil SPI kabupaten Grobogan tahun 2024 mendapatkan predikat terjaga (hijau) dengan point 78,92, semoga nilai Indeks integritas pemerintah kabupaten Grobogan dapat tetap terjaga,” katanya, saat dikonfirmasi kabarterdepan.com Jumat (7/2/2025).

Dikatakan, capaian itu tidak lepas dari peran serta seluruh steakholder terkait, mulai level pemerintah Desa sampai dengan perangkat daerah yang secara berkala setiap tiga bulan sekali mengadakan sosialisasi dan pencegahan, yang melibatkan tim saber pungli, tokoh agama, tokoh masyarakat, swasta dan aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, ia menyatakan Kabupaten Grobogan akan terus melakukan sosialisasi pencegahan korupsi, harapannya semakin menjadi kesadaran bagi semua ASN dan masyarakat utuk tidak melakukan dan memberikan pungli dan gratifikasi.

“Pemkab Grobogan akan lebih meningkatkan layanan kepada masyarakat, menyederhanakan prosedur, percepat pelayanan dan lengkapi sarana pelayanan,” jelanya.

Dia berharap, kepada seluruh steakholder di Kabupaten Grobogan dapat mempertahankan capaian nilai SPI maupun MCP ditahun berikutnya sebagai komitmen untuk membantu KPK dalam pencegahan korupsi di Grobogan.

“Semoga indeks SPI kedepan meningkat dan MCP juga dapat dipertahankan dalam posisi terjaga,” ucapnya.

“Sebagai APIP kami akan terus menjaga dan berkomitmen untuk membatu KPK dalam pencegahan korupsi di Grobogan,”imbuhnya.(Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page