
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Siswa-siswi di SMP Muhammadiyah 3 Mlati Sleman dirumahkan usai mengalami keracunan akibat menyantap menu Rawon Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (14/8/2025).
“Sementara diliburkan, melihat kondisi anak ada yang lemas. Karena ada ketakutan ketakutan sehingga kami lakukan pembelajaran daring, untuk mengembalikkan kondisi fisik maupun psikis,” kata Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3, Mlati Yulia Rahmawati, saat diwawancarai kabarterdepan.com.
Dalam kesempatan tersebut pihak sekolah juga mengumpulkan sejumlah wali murid untuk membenarkan isu yang beredar terkait penyajian makanan yang disebut dari sekolah.
Ia mengungkapkan jika puluhan murid di sekolah tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Mlati 2 hingga dirujuk ke RSUD Sleman pada Rabu (13/4/2024).
“Sampai hari ini anak anak membaik hanya tinggal 3 mondok di RSUD Sleman, tadi malam menginformasikan hari ini bisa pulang. mengkondisikan yang di sekolah untuk informasi hanya tinggal 3, yang 1 status diizinkan pulang,” ujarnya.
Atas peristiwa keracunan massal tersebut pihaknya berharap, dapur SPPG terkait dapat memperketat. “Tentu harapannya ada perbaikan penyediaan MBG, bisa diperketat pemasakan sampai distribusi ke sekolah,” katanya.
“Terutama Informasi kelayakannya sampai kapan bisa dikonsumsi, sehingga sekolah bisa mengetahui,” imbuhnya.
Pihaknya menyampaikan akan terus mengawal penyelidikan yang dilakukan oleh pihak terkait. Sekolah saat ini memutuskan untuk tidak menerima makanan MBG.
“MBG kami hentikan, kami menolak sampai ada kejelasan serta ada evaluasi perbaikan dari pihak yang bersangkutan,” katanya. (Hadid Husaini)
