
Hiburan, Kabarterdepan.com – IDN Pictures kembali meramaikan jagat film horor Indonesia dengan ‘Perempuan Pembawa Sial’, sebuah karya yang tak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga mengeksplorasi mitos kuno Jawa.
Disutradarai dan ditulis oleh Fajar Nugros, film ini mengangkat kisah Bahu Laweyan, sebuah mitos tentang perempuan yang membawa kesialan bagi pria yang mencintainya.
Film ini berpusat pada karakter Mirah (Raihaanun), seorang perempuan yang hidupnya dihantui kutukan yang mengerikan. Setiap pria yang mendekatinya, bahkan sekadar menyentuhnya, akan menemui ajalnya. Alih-alih merasakan kebahagiaan dari cinta, Mirah justru menjadi sumber kesengsaraan dan bencana.
Sinopsis Film Perempuan Pembawa Sial
Narasi film dibuka dengan Mirah yang terus-menerus dituduh sebagai pembawa sial oleh warga sekitar. Setelah serangkaian tragedi kematian yang menimpa pria-pria di sekitarnya, Mirah diusir, namanya diludahi, dan ia dicap sebagai wanita pembawa sial. Mirah sendiri mulai curiga bahwa semua ini bukanlah kebetulan, melainkan kutukan yang disengaja.
Di tengah pencariannya akan jawaban, Mirah bertemu dengan Bana (Morgan Oey), seorang pria asing yang memiliki warung makan sederhana. Berbeda dari pria lainnya, Bana memperlakukan Mirah tanpa ketakutan dan prasangka. Perlahan, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Kisah cinta ini menjadi pertaruhan melawan takdir dan kutukan yang mengikat Mirah. Pertanyaan besar pun muncul: bisakah cinta Bana menyelamatkan Mirah dari kutukan yang mengintai hidupnya?
“Perempuan Pembawa Sial” tidak hanya menjanjikan ketakutan, tetapi juga menyajikan drama yang menyentuh tentang perjuangan seorang perempuan melawan takdir dan stigma masyarakat.
Pemain Film Perempuan Pembawa Sial
- Raihaanun sebagai Mirah
- Clara Bernadeth sebagai Puti
- Morgan Oey sebagai Bana
- Rukman Rosadi sebagai Sunyoto
- Aurra Kharishma sebagai Lasmi/Laweyan
- Didik Nini Thowok sebagai Mbah Darso
- Banyu Bening sebagai Aryo
- Muhammad Abe Baasyin sebagai Agus Dibyo
- Benidictus Siregar sebagai Yanto
- Kukuh Prasetya sebagai Burhan
- Ibnu Shohib sebagai Gilang
- Ibnu Widodo sebagai Mas Kobis
- Nasarius Sudaryono sebagai ayah Aryo
- Ivonne Dahler sebagai ibu Aryo
- Shalima Hakim sebagai Wiwit
- Kukuh Riyadi sebagai Budi Darmawan
- Muhammad Asyrof Al-Ghifari sebagai murid
- Eathonk Sapto sebagai Johan
- Stani Ariftasi sebagai Mrs. Endang
- Dhianya Adelia sebagai Ningsih
- Mirna Radila sebagai Qomah
- Sharon Gracella A. sebagai Fara
- Noel Kefas sebagai Joko Trinadi
(*)
