IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Sindikat Curanmor yang Libatkan Oknum TNI Terbongkar, Barang Bukti Ditampung di Markas Gudbalkir Pusziad Sidoarjo

Avatar of Jurnalis : Muzakki - Editor : Ano
Beberapa barang bukti diduga hasil curanmor yang diamankan. (Tangkapan layar X @RK_Lamongan)
Beberapa barang bukti diduga hasil curanmor yang diamankan. (Tangkapan layar X @RK_Lamongan)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Polri Bersama TNI membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Jawa Timur yang diduga melibatkan oknum prajurit.

Jumlah barang bukti yang disita tergolong banyak, yakni ratusan motor dan puluhan mobil. Barang bisnis haram itu diduga hendak dijual ke Timor Leste. Bahkan sindikat ini sebelumnya beberapa kali mengirim mobil dan motor ke Timor Leste.

Responsive Images

Kronologi pengungkapan sindikat curanmor ini diawali pada Juni 2023. Saat itu tersangka Eko Irianto yang merupakan orang sipil meminta bantuan kepada Kopda AS, oknum prajurit TNI. Kopda AS diminta untuk dicarikan lokasi penyimpanan kendaraan yang akan dikirim ke Timor Leste.

Selanjutnya Kopda AS berkoordinasi dengan Mayor PKP. Kemudian diberikan lokasi penyimpanan sementara di Markas Gudbalkir Pusziad di Buduran, Sidoarjo.

Personel gabungan Reskrim Polda Metro Jaya dan Pomdam V/Brawijaya kemudian pada Kamis (5/1/2024) pukul 15.00 WIB setelah berkoordinasi dengan Gudbalkir Pusziad melakukan Pengecekan kendaraan. petugas gabungan menemukan kendaraan diduga hasil kejahatan curanmor.

Total kendaraan yang ditemukan saat itu mencapai total 49 mobil dan 215 motor. Seketika petugas gabungan mengamankan tiga terduga oknum prajurit TNI yang terlibat ratusan barang bukti itu.

Dari informasi yang dihimpun, bisnis haram itu, telah dilakukan sejak awal 2023. Dalam kurun waktu itu, para sindikat sudah 3 kali melakukan penyelundupan ke Timor Leste menggunakan kontainer. Setiap satu kontainer berisi empat mobil dan 20 motor.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Kolonel Infantri Rendra Dwi Ardani membenarkan pengungkapan sindikat curanmor yang diduga melibatkan oknum prajurit TNI AD, Kopda AS.

“Kopda AS merupakan oknum anggota TNI AD di Sidoarjo, Jawa Timur,” kata Rendra dalam keterangan resmi, Jumat (5/1/2024).

Pomdam V/Brawijaya selanjutnya melakukan proses penyidikan terhadap oknum prajurit TNI AD tersebut. Sementara untuk penyidikan terhadap warga sipil diserahkan dan dikoordinasikan dengan Polda Metro dan Polda Jatim.

Pomdam V/Brawijaya berjanji hasil penyidikan akan diumumkan secara transparan kepada publik. Jika oknum anggota TNI AD tersebut terlibat dan terbukti bersalah melakukan tindak pidana, maka akan diproses hukum sesuai peraturan dan perundang-undanyan yang berlaku.

“Langkah ini diambil sebagai komitmen TNI AD dalam penegakan hukum,” tuturnya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Responsive Images

Tinggalkan komentar