
Sleman, kabarterdepan.com – Sidang perkara pembakaran tenda polisi di Polda DIY oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Perdana Arie Veriasa saat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu kembali berlangsung dengan menghadirkan 2 ahli.
Adapun 2 ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Anggota Polda DIY Prasodjo dan Dosen Magister Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Yudi Prayudi.
Dalam penyampaiannya, ahli Prasodjo yang merupakan bagian identifikasi menyampaikan sebelumnya pernah dimintai keterangan terkait pembakaran tenda yang dilakukan oleh terdakwa pada saat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu melalui sistem yang dimiliki oleh kepolisian untuk mengidentifikasi.
Pelaku Pembakaran Tenda
Berdasarkan hasil yang diungkap jika Perdana Arie merupakan pelaku pembakaran.
“Setelah kita analisis melalui video kita mencari fokus atau properti yang terdampak atau wajah yang kita kenali dari crop wajah cropping melalui CCTV,” katanya saat memberikan keterangan.
“Foto yang kita lakukan crop ke alat identifikasi itu nanti dari alat itu akan memunculkan data identitas seseorang. Dan yang muncul adalah saudara Perdana Arie,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa Perdana Arie juga mengakui bahwa pembakar tenda polisi merupakan dirinya saat diamankan oleh Polda DIY.

Disebutnya dari identifikasi sejumlah orang yang berpotensi melakukan pembakaran, Perdana Arie disebutnya mendapatkan score identifikasi paling tinggi sesuai dengan identifikasi.
“Muncul beberapa orang (yang muncul dari rekaman CCTV) score nya dari 70 per 500, itu diyakini bahwa itu terdakwa,” jelasnya.
Prasodjo juga menyebut terdakwa sebelumnya telah dicermati sejak lama oleh kepolisian atas sejumlah aksi demonstrasi dan melakukan vandalisme.
Sementara untuk Ahli Dosen Informatika UII Yudi Prayudi menyampaikan hasil analisa digital forensik dari file video dan yang diperoleh oleh Polda DIY setelah sebelumnya dimintai pendapatnya.
Total terdapat 96 file video dalam hardsik dan kurang lebuh 1000 file dalam format foto maupun video dalam flashdisk.
Dirinya sebelumnya diberikan sejumlah file yang diberikan dalam bentuk hardisk dan flashdisk pada bulan September.
Setelah menerima ribuan file baik foto dan video dari penyidik, dirinya menyebut melakukan pengecekan melihat keaslian file.
“Kesimpulan umum semua file dalam hardisk dan USB tersebut memiliki kesamaan dan tidak mengalami perubahan. Semua file saya pastikan keasliannya,” katanya. (Hadid Husaini)
