
Maluku, Kabarterdepan.com – Calon Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, tengah mempersiapkan langkah besar untuk membangun ibu kota provinsi, Sofifi, jika terpilih dalam Pilgub Maluku Utara mendatang.
Dalam usahanya, Sherly berkonsultasi langsung dengan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, yang dikenal berhasil memajukan Tanjung Selor sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Zainal menekankan pentingnya peran pemimpin daerah untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di ibu kota. Ia menyarankan Sherly untuk berdomisili di Sofifi agar bisa mengawasi langsung perkembangan kota tersebut.
“Langkah pertama adalah menyediakan fasilitas dasar bagi ASN, seperti perumahan yang layak agar mereka betah tinggal dan bekerja di ibu kota. Selain itu, pembangunan hotel juga penting sebagai tempat menginap tamu-tamu yang datang,” jelas Zainal.
Ia menambahkan bahwa Sofifi membutuhkan ruang publik yang mendukung interaksi masyarakat, seperti kafe atau tempat hiburan, agar anak muda memiliki tempat berkumpul dan berkreasi. Menurut Zainal, langkah-langkah tersebut akan secara bertahap membangun suasana hidup di Sofifi sebagai ibu kota.
Sherly, yang saat ini tercatat sebagai warga Ternate, menyatakan kesiapannya untuk tinggal di Sofifi jika terpilih. Baginya, masukan dari Zainal sangat berarti untuk menyusun strategi pengembangan ibu kota Maluku Utara.
Duka mendalam menyelimuti Sherly Tjoanda setelah suaminya, Benny Laos, meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat yang tragis pada 12 Oktober 2024. Insiden tersebut terjadi di perairan dekat Bobong, Pulau Taliabu, salah satu kabupaten di Maluku Utara.
Namun, di tengah duka, Sherly harus menghadapi tekanan besar untuk segera mengambil keputusan. Berdasarkan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), penggantian calon gubernur hanya diberi waktu tujuh hari setelah kejadian.
Sherly mengungkapkan, ia awalnya ragu untuk menggantikan posisi suaminya karena merasa tidak memiliki latar belakang politik. Namun, permintaan dari masyarakat dan dukungan Ketua Partai Gelora Maluku Utara, Alimin, membuatnya mempertimbangkan.
Keputusan akhirnya dibuat setelah berdiskusi dengan ketiga anaknya, Edbert, Edelyn, dan Edrick Laos.
“Mereka menyetujui saya untuk maju, dan itu memberi saya kekuatan. Tiga hari setelah kejadian, saya akhirnya menerima tawaran tersebut,” ungkap Sherly.
Sherly Tjoanda membawa visi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Maluku Utara. Salah satu fokusnya adalah pendidikan. Ia berencana menggratiskan pendidikan dengan tetap menjaga kualitasnya.
Selain itu, Sherly ingin mengembangkan potensi generasi muda melalui pendidikan vokasi. Ia merencanakan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menawarkan jurusan sesuai dengan kebutuhan zaman, seperti videografi, fotografi, dan content creator.
Menurutnya, Maluku Utara memiliki potensi besar yang belum tergarap, khususnya dalam bidang pariwisata dan promosi daerah.
“Tidak ada yang bisa mempromosikan Maluku Utara lebih baik daripada putra-putri daerah sendiri. Namun, mereka membutuhkan keterampilan seperti storytelling, editing video, dan pembuatan konten yang berkualitas,” katanya.
Sherly yakin keterampilan tersebut tidak memerlukan pendidikan formal yang panjang, melainkan pelatihan singkat dengan dukungan mentor dan ekosistem kreatif yang sehat.
“Harapan saya, content creator lokal bisa menjadi duta promosi Maluku Utara,” paparnya.
Di tengah perjalanannya sebagai calon gubernur, Sherly mendapat dukungan luar biasa dari putra sulungnya, Edbert Laos. Dalam acara “Gen Z Milenial Bersatu Dukung Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe” yang diadakan di Ternate pada 9 November 2024, Edbert memberikan pidato motivasi yang memukau para pendukung.
“Untuk mama, jangan jadikan tragedi ini sebagai hari yang menyedihkan. Jadikan tanggal itu sebagai awal baru untuk kemajuan Maluku Utara,” kata Edbert di depan ratusan pendukung.
Sherly yang duduk di kursi terdepan terlihat terharu dan bangga. Ia bahkan memeluk dan mencium putranya usai pidato tersebut.
“Saya tahu, ayahmu pasti bangga melihatmu. Saya juga sangat bangga,” ujar Sherly di sela air mata harunya.
Pidato Edbert memicu banyak komentar positif di media sosial. Banyak yang memprediksi bahwa Edbert memiliki masa depan cerah sebagai pemimpin, mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Sherly Tjoanda kini membawa mimpi besar untuk membangun Maluku Utara. Dukungan dari keluarga, terutama anak-anaknya, dan masyarakat menjadi semangat baru bagi dirinya untuk melanjutkan perjuangan mendiang suaminya, Benny Laos.
Dengan komitmennya untuk memajukan Sofifi sebagai ibu kota, meningkatkan kualitas SDM, dan membuka peluang kreatif bagi generasi muda, Sherly optimis mampu membawa perubahan positif bagi Maluku Utara.
“Semoga perjuangan ini bisa menjadi jalan untuk Maluku Utara yang lebih baik,” pungkasnya. (Firda*)
