Setahun Bupati Muhammad Fawait-Wabup Djoko Susanto Pimpin Kabupaten Jember, Fokus Entaskan Kemiskinan dan Pendidikan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Gus Bupati Fawait didampingi Ning Ghyta serta ketua DPRD Jember sebelum masuk ke istana negara foto bersama di dekat tugu Monas 20 Pebruari 2025. (Redaksi/kabarterdepan.com) 
Gus Bupati Fawait didampingi Ning Ghyta serta ketua DPRD Jember sebelum masuk ke istana negara foto bersama di dekat tugu Monas 20 Pebruari 2025. (Redaksi/kabarterdepan.com) 

Jember, kabarterdepan.com- 
Pada 20 Februari 2026  tepat menjadi satu tahun kepemimpinan Gus Bupati Fawait bersama Wakil Bupati Djoko Susanto memimpin Kabupaten Jember.

Momentum ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, kepala daerah hasil Pilkada dan Pilgub dilantik langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara.

Gus Bupati Fawait mengatakan, bahwa pelantikan tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah pusat terhadap sinergi pembangunan daerah.
Dia katakan sejak resmi menjabat memimpin Kabupaten Jember pihaknya dihadapkan pada sejumlah persoalan mendesak yang memerlukan langkah cepat dan terukur.

Satu Tahun Pimpin Kabupaten Jember

Ia menegaskan dalam setahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Jember fokus pada penanganan kemiskinan ekstrem.

“Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, Jember menempati peringkat kedua kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. Kondisi ini berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk kesehatan masyarakat,” ujar Gus Fawait saat memberikan keterangan pers, Kamis malam (19/2/2026).

Selain itu Bupati Muhammad Fawait juga menyebut kabupaten Jember juga tercatat sebagai kabupaten dengan angka stunting tertinggi kedua di Jawa Timur, termasuk tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Permasalahan ini bahkan disebut telah menjadi persoalan serius dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir.

“Dua persoalan besar ini, kemiskinan ekstrem dan tingginya angka stunting, menjadi prioritas utama kami. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas Gus Bupati Fawait.

Oleh sebab itu berbagai program intervensi telah digulirkan, mulai dari penguatan bantuan sosial berbasis data terpadu, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga kolaborasi lintas sektor untuk percepatan penurunan stunting.

Infrastruktur Pendidikan Memprihatinkan

Selain persoalan sosial dan kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. Tercatat sebanyak 1.352 sekolah tingkat SD dan SMP di Jember memerlukan renovasi segera karena kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan.

Beberapa sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat pada ruang kelas, atap bocor, hingga fasilitas sanitasi yang tidak layak. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur pendidikan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang memutus rantai kemiskinan.

“Kami tidak ingin anak-anak Jember belajar dalam kondisi yang tidak layak. Pendidikan adalah fondasi utama untuk keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Komitmen Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan percepatan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat, dengan fokus pada penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, AKI, dan AKB, serta renovasi bertahap ribuan gedung sekolah yang rusak dan penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM.

IMG 20260219 WA0172
Momen pelantikan gus Fawait sebagai bupati Jember oleh Presiden Prabowo

Satu tahun pertama menjadi fase konsolidasi dan pemetaan persoalan. Tahun kedua diharapkan menjadi momentum percepatan implementasi program dan pembuktian nyata hasil kerja.

Peringatan satu tahun kepemimpinan ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan pemerintahan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar untuk membawa Jember keluar dari berbagai persoalan struktural yang telah berlangsung lama. (Lana).

Editor: Ahmad

Responsive Images

You cannot copy content of this page