
Wisata, Kabarterdepan.com – Lari tek-tok adalah aktivitas lari yang melibatkan perjalanan dari satu titik ke titik lain dan kembali lagi tanpa berhenti untuk istirahat lama.
Pada tanggal 18 Juli 2024, sekelompok pelari berani yang terdiri dari Rawi, Agus, Lutfiel, Yulia, Andrew, dan Rudhenk memulai perjalanan mereka lari di Gunung Gede turun Putri. Mereka berangkat pada pukul 08:00 pagi dengan tujuan mencapai Gunung Gede kemudian turun ke Putri.
Rute Lari di Gunung Gede turun Putri yang Menantang
Rute yang mereka tempuh adalah jalur klasik yang menawarkan kombinasi keindahan alam dan tantangan fisik.
Para pelari melewati Kandang Badak, Puncak Gunung Gede, Alun-Alun Suryakencana, dan akhirnya Gunung Putri.
Total jarak yang ditempuh sekitar 20 kilometer.
Perjalanan lari di Gunung Gede turun Putri ini bukan hanya tentang kecepatan atau ketahanan, tetapi juga menikmati setiap momen. Mereka berbagi cerita, bercanda, dan menikmati pemandangan indah di sekitar mereka.
Makan Siang di Puncak Gunung Gede
Sesampainya di Puncak Gunung Gede, mereka berhenti sejenak untuk makan siang. Menu makan siang yang sederhana namun memuaskan terdiri dari ayam bakar utuh, kentang mustopa, kacang-kacangan, nasi putih, sambal, teh manis panas, dan kopi.
Makan bersama di ketinggian seperti itu benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda dan mempererat kebersamaan di antara mereka.
Namun, perjalanan lari di Gunung Gede turun Putri mereka tidak sepenuhnya mulus.
Kawasan Alun-Alun Suryakencana di Gunung Gede Pangrango saat itu mengalami penurunan suhu drastis dalam beberapa hari terakhir.
Embun membeku di rumput dan tenda para pendaki ditutupi es. Muhammad Fikri, salah satu pendaki asal Bogor, berbagi pengalamannya tentang betapa dinginnya suhu di sana.
“Memang sangat dingin di Puncak Gunung Gede. Biasanya tidak sedingin ini. Saat malam hari lebih dingin lagi. Bahkan ketika pagi-pagi keluar tenda, sudah diselimuti es,” ujarnya. Menurutnya, suhu baru mulai hangat sekitar pukul 12.00 WIB saat matahari mulai tinggi.

Konfirmasi dari Pihak Taman Nasional
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Deni, mengkonfirmasi penurunan suhu ini. “Memang ada penurunan suhu, jadi lebih dingin dibandingkan biasanya. Tapi kami masih tunggu laporan dari petugas,” katanya.
Ia mengimbau para pendaki untuk selalu berhati-hati dan mematuhi SOP yang berlaku. “Persiapkan diri dengan matang untuk fisik, teknis dan perlengkapan yang dibutuhkan. Aktivitas pendakian bukan untuk main-main. Jangan sampai mengalami hipotermia,” tandasnya.
Untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh para pendaki:
1. Persiapkan Pakaian yang Tepat
Kenakan lapisan pakaian yang bisa menjaga suhu tubuh tetap hangat. Pakaian thermal, jaket windproof, dan sarung tangan sangat dianjurkan.
2. Bawa Perlengkapan Ekstra
Selalu bawa perlengkapan tambahan seperti selimut darurat, pemanas tubuh, dan tenda yang tahan angin.
3. Konsumsi Makanan dan Minuman Hangat
Makanan dan minuman hangat dapat membantu menjaga suhu tubuh dan memberikan energi yang dibutuhkan.
4. Kenali Gejala Hipotermia
Ketahui tanda-tanda hipotermia dan cara penanganannya. Ini penting untuk keselamatan diri dan teman-teman sesama pendaki.
Lari di Gunung Gede turun Putri adalah pengalaman yang luar biasa dan penuh tantangan.
Selain menguji ketahanan fisik, para pelari juga harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang menambah tingkat kesulitan perjalanan.
Namun, dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan yang tinggi, mereka berhasil menikmati perjalanan ini dan mencapai tujuan dengan selamat.
Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya persiapan dan ketahanan mental dalam menghadapi segala tantangan di alam terbuka.
Bagi para pencinta alam dan petualangan, lari di Gunung Gede turun Putri adalah kegiatan yang layak untuk dicoba, tentunya dengan persiapan yang sesuai.(*)
