IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Serunya Berburu Takjil di Pasar Dadakan Depan Masjid Agung Kauman Semarang

Avatar of Redaksi

 

Pasar dadakan depan Masjid Agung Kauman Semarang. (Ahmad/kabarterdepan.com)
Pasar dadakan depan Masjid Agung Kauman Semarang. (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, kabarterdepan.com – Di bulan Ramadan ini warga Semarang tidak perlu bingung untuk mencari tempat ngabuburit sekaligus berburu takjil menu buka puasa.

Responsive Images

Kawasan Alun-alun Semarang dapat menjadi salah satu tempat favorit berburu takjil. Tempat itu juga dikenal sebagai Pasar Dadakan, tepatnya di depan Masjid Agung Kauman Semarang.

Setiap Ramadan, banyak pedagang makanan takjil yang berjualan di event Kuliner Kauman Semarang yang digelar di tempat tersebut. Lokasi tersebut biasanya ramai dikunjungi saat sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketua Panitia Kuliner Kauman Ramadan, Khoirul Ikhsan menyebut pasar dadakan di depan Masjid Agung Kauman ini memang sudah menjadi tradisi di Semarang.

“Sebagai sarana untuk ngabuburit karena kan dekat dengan masjid, itu sudah menjadi tradisi, itulah yang bikin pedagang untuk melayani yang puasa untuk kebutuhan sehari-hari, untuk kebutuhan berbuka puasa,” ujarnya di lokasi, Rabu (20/03/2024).

Tahun ini, ada 160 stan yang hampir seluruhnya merupakan kuliner. Dagangannya beragam, mulai takjil khas Semarang hingga makanan Jepang dan Arab ada di Kuliner Kauman.

“Minuman, takjil, makanan besar ada semua, komplit se-Nusantara. Kalau ciri khasnya Semarang tahu petis, petis bumbon,” ujarnya.

Warga Semarang menikmati jajanan takjil di depan Masjid Agung Kauman. (Ahmad/kabarterdepan.com)
Warga Semarang menikmati kuliner takjil di depan Masjid Agung Kauman. (Ahmad/kabarterdepan.com)

Selain itu, ada juga Kue Coro Santan dan Ketan Biru, makanan khas Semarang yang hanya bisa ditemui saat Ramadan.

Salah satu pedagang, Shokanah (68), yang sudah sejak lama berjualan di sekitar Kauman saat Ramadan mengatakan, ramadan tahun lalu ia mampu menjual 70 porsi petis bumbon dan 8 kilogram ketan biru dalam sehari.

“Petis sampe 50 porsi sampai 70 porsi, bisa habis kalau tahun kemarin, sekarang (sejak awal Ramadan) ya 50 (porsi) aja,” pungkasnya. (Ahmad)

Responsive Images

Tinggalkan komentar