Serapan Dana Desa Grobogan Capai 70 Persen, Dispermasdes Targetkan Tuntas Oktober 2025

Avatar of Redaksi
IMG 20250917 WA0047
Potret kantor Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Grobogan. (masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Serapan Dana Desa (DD) di Kabupaten Grobogan ditargetkan tuntas pada akhir bulan Oktober 2025.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan dan Desa (Dispermasdes) Grobogan mencatat hingga akhir Agustus, progres realisasi anggaran sudah mencapai Rp 199,5 miliar atau sekitar 65–70 persen dari total pagu Rp 306,9 miliar.

Penggerak Swadaya Masyarakat Dispermades Grobogan Sih Maryati mengatakan, Penyaluran dana desa tahap 1 telah rampung 100 persen, sementara tahap 2 sudah tersalur 96 persen.

Dikatakan, dari total 273 desa penerima, sebanyak 252 desa telah menerima pencairan dana, sedangkan untuk 21 desa lainnya masih dalam proses.

“Kami optimistis jika seluruh Dana Desa tahap 1 dan 2 bisa terserap maksimal sebelum Oktober 2025,” mengulang pernyataan Sih Maryati kepada media Rabu (17/9/2025).

Ia menjelaskan, dana desa yang telah terserap difokuskan untuk ekonomi dan ketahanan pangan diberbagai program prioritas desa, seperti, Bantuan Langsung Tunai (BLT), peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar dan program ketahanan pangan berbasis desa

Menurut regulasi yang berlaku, lanjut Sih Maryati, 20 persen dari Dana Desa wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan, yang banyak dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sementara untuk BLT, sebagian besar desa menyalurkan antara 10–15 persen dari pagu anggaran.

“Kami dorong desa lebih proaktif mempercepat realisasi, namun tetap sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Sih Maryati.

Program Dana Desa tahun ini juga diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, serta peningkatan kualitas layanan dasar.

Dengan hasil serapan hampir tuntas ini, Dispermasdes Grobogan berharap pemerintah desa segera mengakselerasi pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Jika penyaluran dan pemanfaatan berjalan sesuai rencana, maka pembangunan desa di Grobogan bisa lebih cepat dan merata,” pungkasnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page