Seorang Pria di Bantul Tewas di Kamar Kos, Sempat Ceritakan Permasalahan dengan Teman Ronda

Avatar of Redaksi
IMG 20250615 WA0050
Lokasi penemuan mayat korban di Jagalan, Banguntapan, Bantul. (Polres Bantul / Kabarterdepan.com)

Bantul, Kabarterdepan.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Jagalan, Banguntapan, Bantul, DIY, Sabtu (14/6/2025).

Korban diketahui seorang karyawan swasta atas nama Martha Dani Rahmad Perdana dengan alamat Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menyampaikan bahwa pada mulanya istri korban bernama Desti Prita Dani Anggraini datang ke kost pada pukul 17.00 WIB.

“Kost dalam keadaan gelap sehingga takut dan hanya mengambil pakaian anak dan pampers. Istrinya melihat motor namun korban tidak ada,” katanya, Minggu (15/6/2025).

Istri korban kemudian kembali ke rumah saksi 2 bernama Novita Sekarningrum dan Desi Koesomawati. Istri korban kemudian mengajak keduanya untuk mengecek kos korban.

Setelah sampai, Desti bersama Desi mengecek korban di kamar mandi dan kaget melihat kondisi korban sudah tergeletak.

“Keduanya mendapati pada leher korban sudah terdapat tali plastik warna putih,” katanya.

Para saksi kemudian berteriak meminta pertolongan dan meneruskan informasi ke piket Polsek Banguntapan untuk penanganan.

Dari pendalam keterangan kepada sejumlah saksi, Jeffry menyampaikan malam hari sebelumnya, korban sempat curhat tentang kondisi keluarganya.

“Teman ronda keban bernama saudara Agung me menyampaikan bahwa korban sedang cekcok dengan istri karena ada masalah keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, dari pemeriksaan RSKIA Muhammadiyah Kotagede menyampaikan bahwa korban meninggal dunia lebih dari 11 jam.

Pada tubuh korban ditemukan luka di kepala korban akibat terbentur kaca Aquarium, kelamin korban juga mengeluarkan sedikit sperma.

Sementara itu, dari tim identifikasi Polres Bantul menemukan korban dalam keadaan terjerat taki plastik dan terdapat pula di belakang kepala akibat berbenturan dengan kaca aquarium.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” katanya.

Korban kemudian dikembalikan kepada keluarganya yang ada di Prenggan, Kotagede dan dimakamkan sesuai keyakinan yang dimiliki korban. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page