Senangnya Warga Penerima PDK Jalan Tol Semarang-Demak Tahap II, Ada yang untuk Umroh hingga Modal Usaha

Avatar of Redaksi
IMG 20240829 WA0029
Suasana penyerahan PDK di aula Kecamatan Sayung Demak (Disperkim Prov Jateng for kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah melaksanakan Pembayaran Dana Kerohiman (PDK) pada Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (DSK), dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 (Kaligawe-Sayung) Tahap II.

Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (27/8/2024). Warga penerima dana tersebut pun senang.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, kegiatan itu merupakan pemberian PDK tahap II pada penanganan DSK, setelah tahap I selesai dilakukan 15-16 Desember 2023 lalu.

“Ini PDK tahap II, yang secara keseluruhan hampir selesai. Dua hari ini, kira-kira kita akan menyerahkan 103 bidang lahan kepada masyarakat terdampak,” ujar Arief di kantornya, kawasan Jl Madukoro, Komplek PRPP Semarang, Kamis (29/8/2024).

Menurutnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY menyediakan anggaran PDK untuk 103 bidang lahan di Demak dan Semarang sebesar Rp 49 miliar.

Rinciannya, lahan Semarang hanya satu bidang lahan, dan lainnya 102 bidang lahan adalah lahan di wilayah terdampak di Demak.

“Ia tol tanggul laut, begitu biasa disebut, merupakan salah satu proyek strategis nasional, yang sudah ditetapkan melalui Perpres 79 tahun 2019. Pemprov sangat mendukung proyek itu, terutama untuk aksesibilitas di jalan Pantura, dari Semarang ke timur, atau selatan melalui timur,” lanjutnya.

Di program ini, imbuhnya, pihaknya punya posisi strategis karena terkait dengan pembebasan lahan, penyediaan lahan.

“Kita sudah mulai di tahun 2016, dan tahun 2024 ini kita ingin selesaikan Seksi 1,” jelasnya.

Pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak terkait, seperti BPN Kanwil Jateng, BPN Semarang, BPN Demak, Biro di Provinsi, Pemkot Semarang, Kementerian PUPR melalui BBPJN Jateng-DIY, Pemkab Demak, hingga pihak kecamatan dan desa.

IMG 20240829 WA0030
Arief Djatmiko, Kepala Disperkim Prov Jateng. (Ahmad Ali/kabarterdepan.com)

Arief mengingatkan kepada penerima PDK agar memanfaatkan dana secara bijak, dan tidak menggunakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif semata.

“Tolong dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan untuk barang konsumtif. Kalau tadinya petani, bisa gunakan dana PDK untuk beli lahan,” imbaunya.

Nantinya, diharapkan mereka akan lebih produktif atau memanfaatkannya untuk modal usaha lain, agar mandiri ke depannya. Yang penting, dana PDK tidak habis hanya untuk konsumtif.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jateng, Eni Lestari, menyampaikan, keberadaan jalan tol diharapkan bisa mengurangi banjir.

Mas’ud, penerima asal Desa Purwosari Sayung, berterima kasih karena diberi PDK. Rencananya, dana yang diterima sekitar Rp 400 juta, sebagian akan dimanfaatkan untuk ibadah umrah.

“Rencananya uang untuk umrah. Kalau beli tanah lagi, enggak. Saya sudah tua, untuk umrah saja,” kata pria 60 tahun.

Penerima PDK lain, Sukawi Sutarip menilai, dana kerohiman cukup menguntungkan masyarakat. Mengingat, lahan milik warga memang dibutuhkan pemerintah untuk pembangunan yang akan berdampak pada masyarakat luas, dalam hal ini adalah jalan tol.

“Kita tidak boleh sulit untuk diajak rembukan. Pemerintah juga mau diajak rembukan juga. Sekarang sudah ketemu. Terima kasih pemerintah,” kata mantan Wali Kota Semarang ini.

Sukawi berharap, jalan tol Semarang-Demak akan segera terealisasi seluruhnya. Biar jalan tidak macet atau arus lalu lintas bisa lancar dan membuat banyak pihak diuntungkan.

Sedangkan Fauzi menyampaikan, kalau lahannya yang kena proyek jalan tol seluas 5.000 meter persegi. Selama ini, lahan dimanfaatkan untuk usaha tambak.

“Saat ini, lahannya tenggelam. Terima kasih pemerintah,” tutupnya. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page