
Jember, kabarterdepan.com – Setelah sempat tertunda dua kali penerbangan perdana rute Jember–Jakarta dari bandara Notohadinegoro Jember, kini pihak maskapai Fly Jaya menjadwalkan rute penerbangan tersebut pada 23 September 2025.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri Ulang Tahun Pepabri je 60 bertempat pendopo wahya wibawagrah, Sabtu (20/9/2025) sore.
Gus Bupati Fawait, sapaan akrab bupati, menegaskan dengan beroperasinya kembali Bandara Notohadinegoro rute Jember-Jakarta dengan pesawat Fly Jaya jumlah kursi 70 penumpang akan semakin mudah para investor untuk berinvestasi ke Jember.
Pasalnya penerbangan yang dilayani Maskapai Fly Jaya seminggu dua kali dari Jember – jakarta dan sebaliknya untuk tujuan jakarta turunnya di Bandara Halim perdana kusuma.
“Pihak maskapai Fly Jaya sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait operasional penerbangan perdana tinggal tunggu waktu saja ,insya Allah 23 September bisa dilaksanakan,” ujar Gus Fawait.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menjelaskan bahwa pemesanan tiket dapat dilakukan baik secara offline maupun online.
Pembelian ke Bandara Notohadinegoro
Untuk pembelian langsung, masyarakat bisa datang ke Bandara Notohadinegoro Jember maupun Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Sementara itu, pemesanan daring tersedia melalui website resmi Fly Jaya, serta platform perjalanan populer seperti Traveloka dan Tiket.com.
Selain itu, pada Senin (22/9/2025), tim pemasaran Fly Jaya dijadwalkan membuka counter penjualan tiket resmi di Bandara Jember sebagai bentuk kesiapan layanan.
Fly Jaya akan mengoperasikan ATR 72-500, jenis pesawat yang dikenal efisien untuk penerbangan jarak menengah dengan kapasitas sekitar 70 penumpang.
Dia tegaskan maskapai ini hadir sebagai low-cost carrier (LCC) dengan tujuan memberikan layanan penerbangan yang nyaman, aman, dan terjangkau.
“Semua persiapan terus kita kebut agar penerbangan perdana berjalan lancar dan dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jember. Kami ingin momentum ini menjadi awal dari terbukanya akses yang lebih luas, bukan hanya bagi mobilitas warga, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Gatot.
Penerbangan reguler Jember–Jakarta ini diharapkan menjadi pintu baru bagi investasi, pariwisata, dan daya saing Jember sebagai kota strategis di wilayah timur Pulau Jawa bagian timur. (Lana)
