
Sleman, Kabarterdepan.com – Seorang mencurigakan diduga telah melakukan perbuatan kurang pantas dengan memamerkan alat vital di musala Kampus 2 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Tambakbayan, Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY pada Kamis (27/2/2025).
Koordinator Humas dan Kerjasama UPN Veteran Yogyakarta, Panji Dwi Ashrianto menyampaikan berdasarkan keterangan para mahasiswa, pelaku bukan pertama kali datang musala yang berada kampus tersebut.
“Semula diduga ada pelecehan, kemudian mahasiswa yang sedang melihat seseorang tidak dikenal masuk mushola dengan gelagat yang mencurigakan. Yang bersangkutan mondar-mandir seperti hendak masturbasi,” katanya saat diwawancarai kabarterdepan.com pada Senin (3/3/2025).
“itu kemudian kemarin (27/2/2025) itu ketemu lagi di musala, ada mahasiswa yang pernah melihat gerak gerik melihat orang yang mencurigakan lagi. Kemudian didekati anak-anak ditanya akhirnya dibawa ke satpam,” katanya
UPN Yogyakarta
Saat dilakukan interogasi pihak keamanan menemukan beberapa video rekaman mahasiswi saat berada di musala yang sedang salat. Kendati begitu pelaku disebutnya tidak sampai melakukan kontak fisik dengan korban.
Panji menyampaikan jika pelaku bukanlah bagian dari civitas akademika UPN Vetereran Yogyakarta. Kendati begitu, pelaku mengaku bahwa yang bersangkutan merupakan alumni kampus tersebut.
“Keterangan yang disampaikan berubah-ubah mengaku usianya 40, selanjut 41, lalu 43. Kelihatannya agak bermasalah juga, karena sempat mengaku sebagai alumni manajemen lulusan 2012, lalu 2005,” katanya.
Kampus 2 juga seringkali dipakai oleh mahasiswa yang datang dari kampus 1 untuk melakukan praktikum sehingga banyak sekali orang yang keluar masuk. Hal tersebut membuat satpam tidak mengetahui secara pasti siapa saja orang yang datang maupun pergi.
“Ya sebenarnya kalau dibilang bebas nggak dibilang ketat juga enggak karena aksesnya (kampus) berada pinggir jalan, kampusnya kecil juga, kalau ada yang masuk kalau siang ada bertugas kan di lobby itu bisa screening kalau siang sampai sore, karena kemarin itu kejadiannya malam,” katanya.
Pasca peristiwa tersebut, pihak kampus disebutnya langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk lebih mengintensifkan penjagaan, terutama di beberapa titik yang rawan kejahatan.
Panji menyampaikan bahwa pelaku tersebut sebelumnya sempat dihakimi oleh mahasiswa sebelum akhirnya diamankan oleh Polsek Depok Barat. Kendati begitu pihak keluarga minta berdamai dan berjanji untuk mengawasi pelaku agar tidak mengulangi perbuatanya lagi melalui surat pernyataan,” katanya.
Sementara untuk korban disebutnya belum bisa dilakukan karena belum melakukan laporan secara resmi ke Satuan Petugas Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). (Hadid Husaini)
