Semarang–India Perkuat Diplomasi, Investasi hingga Pertukaran Budaya Jadi Fokus Pertemuan

Avatar of Redaksi
semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berbincang hangat dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty saat pertemuan di ruang rapat Balai Kota Semarang, membahas peluang kerja sama investasi, pendidikan, dan pertukaran budaya. (Humas Pemkot Semarang)

Semarang, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Semarang membuka babak baru penguatan kerja sama internasional setelah Wali Kota Agustina Wilujeng menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis, mulai dari investasi, pendidikan, pariwisata, hingga penguatan jejaring budaya. Kedua pihak sepakat bahwa hubungan Indonesia–India di tingkat kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih konkret.

Dalam dialog resmi itu, Agustina menegaskan bahwa kedekatan Semarang dan India bukan sekadar relasi diplomatik modern, melainkan telah terbentuk sejak masa perdagangan maritim berabad-abad lalu.

Jejak historis itu masih terlihat di kawasan Kampung Pekojan dan tradisi Bubur India yang rutin dibagikan saat Ramadan di Masjid Jami’ Pekojan.

“Hubungan ini sudah berakar dalam sejarah kota kami. Karena itu, kerja sama ke depan harus diterjemahkan dalam langkah nyata,” kata Agustina.

Secara historis, Semarang memang dikenal sebagai kota pelabuhan penting di pesisir utara Jawa yang menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai bangsa, termasuk India. Interaksi tersebut membentuk warna budaya, kuliner, hingga dinamika sosial masyarakat setempat.

Wali Kota Semarang Apresiasi Perusahaan India

WhatsApp Image 2026 02 21 at 11.25.18 AM 1

Di sektor ekonomi, Agustina mengapresiasi kehadiran perusahaan asal India yang beroperasi di Semarang, seperti PT Macleods Pharmaceutical Indonesia dan PT Bitratex Industries. Keberadaan industri tersebut dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja.

Pemerintah kota berharap investasi India tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang ke sektor lain seperti industri kreatif, teknologi, dan perfilman.

Kerja sama pendidikan turut menjadi agenda penting. Pemkot mencatat adanya program pengabdian masyarakat mahasiswa dari O.P. Jindal Global University di Desa Wisata Jatirejo yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi lokal.

Selain itu, keberadaan “India Corner” di Universitas Negeri Semarang menjadi ruang promosi budaya sekaligus informasi studi di India.

Sandeep Chakravorty menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemkot Semarang serta peran aktif komunitas India dalam aktivitas ekonomi dan sosial.

Ia juga menyampaikan komitmen pemerintahnya untuk memperluas akses beasiswa dan pelatihan profesional bagi masyarakat Indonesia, termasuk aparatur sipil pemerintah daerah.

Menurutnya, hubungan bilateral kedua negara sedang berada dalam momentum positif, terlebih setelah kunjungan Presiden Indonesia ke India dan rencana kunjungan balasan Perdana Menteri India ke Indonesia tahun ini.

“Kami ingin memperkuat people-to-people contact, khususnya melalui pendidikan, pelatihan profesional, dan kerja sama ekonomi,” ujarnya.

Menanggapi tawaran tersebut, Agustina menyatakan kesiapan Pemkot untuk menindaklanjuti peluang konkret, termasuk pengiriman aparatur mengikuti pelatihan di India dan membuka kanal kolaborasi industri kreatif.

Pemkot menilai karakter masyarakat Semarang dan India memiliki kesamaan sebagai komunitas pesisir yang terbuka dan adaptif terhadap interaksi lintas budaya.

Dengan potensi tersebut, kerja sama yang terbangun diharapkan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menghasilkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kunjungan ini menjadi pijakan awal menuju kemitraan global yang saling menguntungkan,” tegas Agustina.

Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menyusun langkah lanjutan dalam bentuk program terstruktur, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun promosi wisata sejarah dan budaya. (Ryo)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page