
Sleman, kabarterdepan.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Sleman menyebut persiapan Koperasi Dalam Merah Putih berjalan sesuai rencana.
Sekretaris Dinkop UKM Sleman Asih Kushartati menyampaikan saat ini seluruh Kalurahan di Sleman telah berdiri KDMP.
“Dari awal KDMP berdiri, mulai dari 3 desa yang ada mockup, kemudian sekarang sudah 86. Ada yang sudah punya 7 gerai, ada yang baru 3 gerai, ada yang baru mulai. Ini berproses ke arah yang positif,” ujarnya saat ditemui, Rabu (12/11/2025).
Modal KDMP di Sleman
Disebutnya, saat ini sudah ada 4500 anggota dari seluruh KDMP di Sleman. Sedangkan modal yang dimiliki saat ini mencapai Rp700 juta.
“Itu jumlahnya (modal) bulan per Oktober, kalau sekarang saya nggak tahu. Modal berasal dari ini simpanan pokok, simpanan wajib, dan sumber lain,” jelasnya.
Angka tersebut belum terhitung aset yang dimiliki oleh seluruh KDMP.
Ia menyampaikan terkait dengan skema pinjaman modal saat ini belum ada mekanisme yang mengatur.
Menurut Asih, operasional KDMP terus berjalan sembari mematangkan konsep usaha sebelum nantinya terdapat kebijakan terkait pinjaman modal ke Bank Himpunan Milik Negara (Himbara)
“Kalau cita-citanya iya (akses permodalan ke bank Himbara), cuma masih pematangan proses Juknis,” ujarnya.
Sekretaris KDMP Sardonoharjo Sleman
Sekretaris KDMP Sardonoharjo Gatot Hariyanto menyampaikan sejak beroperasi bulan Juni, pihaknya isa membuka gerai sembako, BRILink, dan tabung gas hingga pupuk subsidi. Total hingga saat ini hanya telah memiliki 157 anggita.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat banyak mendukung penuh atas adanya KDMP. Disebutnya, warga mendapatkan banyak manfaat dari layanan yang diberikan.
“Kami mendapatkan kesempatan dari Pertamina fasilitas 20 tabung per minggu untuk yang 3 kg. Satu bulan 80 tabung,” katannya.
“Dari Pertamina harga (LPG) Rp15 ribu kita jualnya 18 ribu. Kalau pasaran umum bisa sampai Rp23 ribu dan sebagainya,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan pupuk subsidi dengan disediakan gudang tersendiri yang difasilitasi oleh pemerintah kalurahan.
Ke depan pihaknya terbuka membuka Event Organizer pelayanan perjalanan wisata. Pihaknya mengaku terbuka dengan berbagai peluang dari kegiatan pendampingan yang diberikan oleh Dinkop UKM. (Hadid Husaini)
